Book

Agustianto-Books

Blog Network Niriah

Pandangan Islam tentang Kerja dan Produktifitas

Dalam Islam bekerja dinilai sebagai kebaikan, dan kemalasan dinilai sebagai keburukan. Bekerja mendapat tempat yang terhormat di dalam Islam. Dalam kepustakaan Islam, cukup banyak buku-buku yang menjelaskan secara rinci tentang etos kerja dalam Islam.

Dalam pandangan Islam bekerja dipandang sebagai ibadah. Sebuah hadits menyebutkan bahwa bekerja adalah jihad fi sabilillah. Sabda Nabi Saw, “Siapa yang bekerja keras untuk mencari nafkah keluarganya, maka ia adalah mujahid fi Sabillah”(Ahmad)

Dalam hadits Riwayat Thabrani Rasulullah Saw bersabda : Sesungguhnya, di antara perbuatan dosa, ada yang tidak bisa terhapus oleh (pahala) shalat, Sedeqah ataupun haji, namun hanya dapat ditebus dengan kesungguhan dalam mencari nafkah penghidupan(H.R.Thabrai)

Dalam hadits ini Nabi Saw ingin menunjukkan betapa tingginya kedudukan bekerja dalam Islam, sehingga hanya dengan bekerja keras (sunguh-sungguh) suatu dosa bisa dihapuskan oleh Allah.

Selanjutnya dalam hadits yang lain, Nabi bersabda : Sesungguhnya Allah mewajibkan kamu berusaha/bekerja, Maka berusahalah kamu ! “Sesungguhnya Allah Swt senang melihat hambanya yang berusaha (bekerja) mencari rezeki yang halal.

Berniat untuk bekerja dengan cara-cara yang sah dan halal menuju ridha Allah adalah visi dan misi setiap muslim. Berpangku tangan merupakan perbuatan tercela dalam agama Islam. Umar bin Khattab pernah menegur seseorang yang sering duduk berdo’a di mesjid tanpa mau bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan dirinya. Umar berkata, Janganlah salah seorang kamu duduk di mesjid dan berdo’a, “Ya Allah berilah aku rezeki”. Sedangkan ia tahu bahwa langit tidak akan menurunkan hujan emas dan hujan perak. Maksud perkataaan Umar ini adalah bahwa seseorang itu harus bekerja dan berusaha, bukan hanya bedo’a saja dengan mengharapkan bantuan orang lain.

Buruh yang bekerja secara manual sangat dipuji dan dihargai Nabi Muhammad Saw. Dalam sebuah riwayat, Nabi Saw pernah mencium tangan orang yang bekerja mencari kayu, yaitu tangan Sa’ad bin Mu’az tatkala melihat tangannya kasar akibat bekerja keras. Nabi seraya berkata : Inilah dua telapak tangan yang dicintai Allah

Dalam sebuah hadits Rasul saw bersabda “Barang siapa pada malam hari merasakan kelelahan karena bekerja pada siang hari, maka pada malam itu ia diampuni Allah” (Hadits Riwayat Ahmad & Ibnu Asakir )

Lihatlah, betapa Islam memuliakan kerja sebagai sebuah amal yang terpuji, sampai-sampai, kerja itu dapat menghapuskan dosa, kerja dapat menjeput ampunan Allah, seperti halnya puasa dan haji. Selama ini sering kali kita membahas pahala puasa dan haji yang dapat menghapuskan dosa dan meraih ampunan Allah. Ternyata, kerja keras dalam mencari nafkah juga demikian.

Dalam hadits yang lain Nabi mengatakan “ Apabila kamu telah selesai shalat subuh, maka janganlah kamu tidur”.

Hadits ini memerintahkan agar manusia dengan segera bekerja sejak pagi-pagi sekali, agar ia menjadi produktif. Bahkan Nabi SAW secara khusus mendo’akan orang yang bekerja sejak pagi sekali

“Ya Allah, berkatilah ummatku yang bekerja pada pagi-pagi sekali”.

Malas adalah watak yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Karena itu Nabi pernah berdo’a kepada Allah agar dilindungi dari sifat lemah dan malas.

“Ya Allah, Sesungguhnya Aku berlindung denganMu dari sifat lemah dan malas”

Al-quran mengemukakan kepada Nabi Saw dengan mengatakan, “Katakanlah (Hai Muhammad, kepada umatmu) : “Bekerjalah !”. Nabi juga diriwayatkan telah melarang pengemisan kecuali dalam keadaan kelaparan.

Monastisisme dan asketisisme dilarang dalam Islam. Monastisisme adalah pandangan atau sikap hidup menyendiri di suatu tempat dengan menjauhkan diri dari kehidupan masyarakat. Tujuannya hanya untuk bertapa tanpa niat untuk melakukan perubahan dan perbaikan masyarakat. Sedangkan asketisme adalah pandangan atau sikap hidup keagamaan yang menganggap pantang segala kenikmatan dunia atau dengan penyiksaan diri dalam rangka beribadat dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Nabi Muhammad saw pernah bersabda, bahwa orang-orang yang menyediakan makanan dan kebutuhan lain untuk dirinya dan keluarganya lebih baik daripada orang yang menghabiskan waktunya untuk beribadat, tanpa mencoba berusaha mendapat penghasilan untuk dirinya sendiri.

Dari nash-nash dan paparan-paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi kerja dan produktifitas. Islam tidak menyukai pengangguran dan kemalasan.

Post DIPOSTING OLEH Agustianto | April 4, 2008

23 Responses to “Pandangan Islam tentang Kerja dan Produktifitas”

  1. Assalamualaikum.
    Afwan pak agus, saya meng-copy tulisan-2 bapak. pasti saya akan sertakan alamat dimana saya mengutip tulisan {alamat pak Agus}. Semoga bapak berkenan. Syukron pak

  2. bagaimana kah ciri manusia yang produktivitas itu?

    apakah produktivitas tu selalu berkaitan dengan income?

    pak, saya mau tanya satu hal lagi yakni “seberapa besarkah pengaruh situasi kerja dengan produktivitas?”

    dari LUTFIYAH semester 4 FAI

  3. Assalamu’alaikum Wr Wb.
    semoga kebahagiaan selalu mengiringi aktivitas bapak

    dalam tugas hadis yang berkenaan dengan hadis ekonomi saya mengangkat tema mengenai hak Khiyar dalam jual beli, dan dalam salah satu produk perbankkan ada akad murabahah lalu apakah didalam akad tersebut ada hak khiyar juga?kemudian dalam buku hikmatu tasri’ wafalsafatuhu bahwa segala perintah yang allah berikan akan terdapat hikmah dan falsafat didalamnya dalam berbagai aspek .lalu apakah hikmah dan falsafat dari hak khiyar di dalam jual beli tersebut? serta adakah didalam alquran yang berkenaan dengan hak khiyar tsb.

    untuk jawabannya saya ucapkan terimakasih dan semoga Allah SWT membalas segala kebaikan bapak amiiiiiiiiin

  4. Assalamu’alaikum

    Mudah-mudahan kita semua dapat bekerja bersama Allah.
    bagi-bagi terus ilmunya pak agus.

  5. Ya Insya Allah.

  6. Assalamu’alaikum

    Islam memang Rahmatan Lil Alamin
    Pak kalau bisa hadist- hadist yang dikutif untuk disertakan perowinya
    Thank

  7. Assalamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Ustadz Afawan, saya mengcopy tulisannya untuk keperluan di kerjaan, boleh kaan. semoga jadi pahala tiada terputus untuk ustadz dan seluruh yang menyebarkan ilmunya.

    Jazaakallahu khair.

  8. assalamu’alaikum wr. wb

    bp. agus, saya minta ma’af karena saya telah meng-copy beberapa makalah bapa buat bahan bacaan dan rujukan makalah saya.

    insya Allah semua ini akan bermanfaat.

    syukron.

    atas kesudiannya, saya ucapkan banyak terimakasih.
    wassalamu’alaikum wr. wb.

  9. Yth.El Zhay, silakan, semoga ilmu syariah makin meluas dan bermanfaat bagi seluruh umat manusia. Anda di Perg. Tinggi mana?di S1 atau S2.

  10. A.Buchory Muslim Says:

    INi memang harus ditanamkan dalam batin kita sebagai muslim, karean tidaklah Allkah ciptakan kita kecuali untuk ibadah, maka mari kita jadikan KERJA SEBAGAI IBADAH, semoga kita dspat berkah dunia akhirot insya Allah

  11. Assalamu’allaikum.. pak saya copy paste ya tulisannya:)
    jazakaLloh

  12. Ya Nia, wah, bagus sekali multyplynya. Teruskan berkarya dan Terima kasih

  13. Ade Yunus Yanuar Says:

    Alhamdulillah tulisannya sangat bermanfaat
    jazakumullah khairan katsiraa…

  14. Maaf bapak,saya ingin bertanya kepada bapak yang tahu tentang ekonomi Islam. Apakah IMBT (ijarah muntahiya bi tamlik) berarti menggabungkab dua transaksi dalam satu akad? Apakah menggabungkan dua transaksi dalam satu akad dibolehkan dalam Islam?
    Terimakasih sebelumnya saya ucapkan atas jawaban yang diberikan

  15. Assalamu ‘alaykum Wr Wb.

    Afwan jg pak, sy mngcopy bbrp hadist dan doa dlm bacaan ini di facebook… smoga mnjd amalan yg tiada trputus, aplg banyak yg mngaminka.
    Subhanallah.

    Jazakallah kahairan katsiran

  16. Assalamu ‘alaykum Wr Wb.

    Maaf pak.. saya mau bertanya teori atau dasar pemikiran tentang etos kerja muslim yang bisa saya gunakan untuk variabel dlm tesis.

    Terimakasih sebelumnya.

  17. Assalamu`alaikum wr.wb……
    Pak saya mau tanya, efektivitas kinerja karyawan (individu) menurut Islam itu bagaimana? Kalau bisa, dikasih ayat yang menunjukkan hal tersebut pak ya…..

    Terima kasih sebelumnya.

  18. asslamualaikum pak Agus yg Sy hormati..

    berkenaan dg Keterangan Kerja’ yg merupakan kewajiban yg muthlak yg harus dilakukan oleh manusia… (Muslim)
    dg maksud memenuhi kebutuhan hidupnya … … ..
    lalu bgm komentar bapak.. dg tokoh2 sufi kita terdahulu yg melakuakn peribadatan secara terus menerus dg tujuan mendekatkan diri kpd tuhan dan menanggalkan kewajiban nya yaitu: huBngannya terhadap manusia (mencari nafkah)

    terimakasih.
    Kurnia PS VII C Non Reg

  19. amien ya robbal alamin

  20. asslm.maaf,ana copy tulisan bapak.

    sy sangat merasa tergerak hati ini utk lbh sungguh dalam belajar

    jazakallah

  21. subhanallah islam…!semua di atur dalam Al-Quran dan Hadist…

  22. Semoga setiap muslim dihindarkan dari sifat malas bekerja. Amin.

  23. assalamualaikum,, bapak agustianto, kalaw kepuasan kerja dan motivasi kerja dalam islam itu seperti apa pak?

Leave a Reply