Oleh : Agustianto
Pendahuluan
Dalam literatur Islam, sangat jarang ditemukan tulisan tentang sejarah pemikiran ekonomi Islam atau sejarah ekonomi Islam. Buku-buku sejarah Islam atau sejarah peradaban Islam sekalipun tidak menyentuh sejarah pemikiran ekonomi Islam klasik. Buku-buku sejarah Islam lebih dominan bermuatan sejarah politik.
Kajian yang khusus tentang sejarah pemikiran ekonomi Islam adalah tulisan Muhammad Nejatullah Ash-Shiddiqi yang berjudul, Muslim Economic Thinking, A Survey of Contemporary Literature , dan Artikelnya berjudul History of Islamic Economics Thought . Buku dan artikel tersebut ditulis pada tahun 1976. Paparannya tentang studi historis ini lebih banyak bersifat diskriptif. Ia belum melakukan analisa kritik, khususnya terhadap “kejahatan” intelektual yang dilakukan ilmuwan Barat yang menyembunyikan peranan ilmuwan Islam dalam mengembangkan pemikiran ekonomi, sehingga kontribusi pemikiran ekonomi Islam tidak begitu terlihat pengaruhnya terhadap ekonomi modern. Tulisan ini selain akan memaparkan sejarah pemikiran ekonomi Islam juga akan menyingkap bagaimana transmisi ilmu ekonomi Islam klasik ke dunia Barat (pemikir ekonomi barat) serta bagaimana kontribusi ekonomi Islam terhadap ekonomi modern.
Menurut Muhammad Nejatullah Ash-Shiddiqy, pemikiran ekonomi Islam adalah respons para pemikir muslim terhadap tantangan-tantangan ekonomi pada masa mereka. Pemikiran ekonomi Islam tersebut diilhami dan dipandu oleh ajaran Al-Quran dan Sunnah juga oleh ijtihad (pemikiran) dan pengalaman empiris mereka. Pemikiran adalah sebuah proses kemanusiaan, namun ajaran Al-quran dan sunnah bukanlah pemikiran manusia. Yang menjadi objek kajian dalam pemikiran ekonomi Islam bukanlah ajaran Al-quran dan sunnah tentang ekonomi tetapi pemikiran para ilmuwan Islam tentang ekonomi dalam sejarah atau bagaimana mereka memahami ajarean Al-Quran dan Sunnah tentang ekonomi. Obyek pemikiran ekonomi Islam juga mencakup bagaimana sejarah ekonomi Islam yang terjadi dalam praktek historis. Dengan demikian, tulisan ini hanya fokus kepada kajian historis, yakni bagaimana usaha manusia dalam menginterpretasi dan mengaplikasikan ajaran Alquran pada waktu dan tempat tertentu dan bagaimana orang-orang dahulu mencoba memahami dan mengamati kegiatan ekonomi juga menganalisa kebijakan-kebijakan ekonomi yang terjadi pada masanya.
Jadi, cakupan sejarah pemikiran ekonomi Islam dalam tulisan ini ialah, pertama, mengkaji bagaimana pemikiran para ilmuwan Islam sepanjang sejarah. kedua, membahas sejarah ekonomi Islam yang terjadi secara aktual.
Apresiasi para sejarawan dan ahli ekonomi terhadap kemajuan kajian ekonomi Islam sangat kurang dan bahkan terkesan mengabaikan jasa-jasa ilmuwan muslim. Hal itu terlihat pada buku-buku sejarah pemikiran ekonomi yang ditulis baik oleh penulis Barat maupun penulis Indonesia. Buku Perkembangan Pemikiran Ekonomi tulisan Deliarnov misalnya, sama sekali tidak memasukkan pemikiran para ekonom muslim di abad pertengahan, padahal sangat banyak ilmuwan muslim klasik yang memiliki pemikiran ekonomi yang amat maju melampaui ilmuwan-ilmuwan Barat, sebagaimana yang akan terlihat nanti pada uraian mendatang. Demikian pula buku sejarah Ekonomi tulisan Schumpeter History of Economics Analysis, dan Sejarah Pemikiran Ekonomi (terjemahan), tulisan penulis Belanda Zimmerman, sama sekali tidak memasukkan pemikiran ekonomi para pemikir ekonomi Islam. Dengan demikian sangat tepat jika dikatakan bahwa buku-buku sejarah pemikiran ekonomi (konvensional) yang banyak ditulis itu sesungguhnya adalah sejarah ekonomi Eropa, karena hanya menjelaskan tentang pemikiran ekonomi para ilmuwan Eropa.
Sejarah membuktikan bahwa Ilmuwan muslim pada era klasik telah banyak menulis dan mengkaji ekonomi Islam tidak saja secara normatif, tetapi juga secara empiris dan ilmiah dengan metodologi yang sistimatis, seperti buku Ibnu Khaldun (1332-1406) dan Ibnu Taymiyah, bahkan Al-Ghazali (w.1111) Al-Maqrizi . Selain itu masih banyak ditemukan buku-buku yang khusus membahas bagian tertentu dari ekonomi Islam, seperti, Kitab Al-Kharaj karangan Abu Yusuf (w.182 H/798 M), Kitab Al-Kharaj karangan Yahya bin Adam (.w.203 H), Kitab Al-Kharaj karangan Ahmad bin Hanbal (w.221 M), Kitab Al-Amwal karangan Abu ’Ubaid ( w.224 H ), Al-Iktisab fi al Rizqi, oleh Muhammad Hasan Asy-Syabany. (w.234 H).
Masih banyak lagi buku-buku lainnya, baik yang secara khusus berbicara tentang ekonomi ataupun buku-buku fikih yang hanya membahas masalah-masalah hukum ekonomi. Buku-buku tersebut sarat dengan kajian ekonomi, seperti kebijakan moneter, fiskal (zakat dan pakak), division of labour, fungsi uang, mekanisme pasar, monopoli, perburuhan, pengaturan usaha individu dan perserikatan, lembaga keuangan (baitul mal), syairafah (semacam Bank Devisa Islam). Mereka juga ada yang membahas kajian ekonomi murni, ekonomi sosial, ekonomi politik,
Spengler mengungkapkan kajian-kajian mereka sebagaimana yang ditulis Abbas Mirakhor :
”The last three are spanish Muslim with whose works the scholastics were familiar, All these authors date between the ninth through fourteenth centuries. The economic ideas discussed by Spengler as having been dealt with by the Muslim scholars named are ideas on : taxation, market regulation, usury, permissible economic behaviour, wages, price, division of labour, money as medium of axchange and as unit of account, admonition againts debasement of money, coinage, price fluctuations, and finally ethical prescriptions regarding observance of the “mean” in economic behaviour.”
Dari kutipan di atas terlihat bahwa pemikiran ekonomi Islam di zaman klasik sangat maju dan berkembang sebelum para ilmuwan barat membahasnya di abad 18-19. Fakta ini harus diperhatikan para ahli ekonomi kontemporer tidak saja ekonom muslim tetapi juga yang non muslim di seluruh dunia.
Konstribusi Ekonomi Islam untuk Ekonomi Modern
Dalam tiga dekade belakangan ini, kajian dan penelitian ekonomi Islam kembali berkembang. Berbagai forum internasional tentang ekonomi Islam telah sering dan banyak digelar di berbagai negara, seperti konferensi, seminar, simposium, dan workshop. Puluhan para doktor dan profesor ekonomi Islam yang ahli dalam ekonomi konvensional dan syari’ah, tampil sebagai pembicara dalam forum-forum tersebut.
Dari kajian mereka ditemukan bahwa teori ekonomi Islam, sebenarnya bukan ilmu baru ataupun ilmu yang diturunkan secara mendasar dari teori ekonomi modern yang berkembang saat ini. Fakta historis menunjukkan bahwa para ilmuwan Islam zaman klasik, adalah penemu dan peletak dasar semua bidang keilmuan, termasuk ilmu ekonomi.
Karena itu adalah logis, bila Adiwarman Azwar karim, mengatakan bahwa teori-teori ekonomi modern yang saat ini dipelajari di seluruh dunia, merupakan pencurian dari teori-teori yang ditulis oleh para ekonom Barat yang melakukan plagiat tanpa menyebut rujukan yang berasal dari kitab-kitab klasik tentang ekonomi Islam.
Muhammad Nejatullah Ash-Shiddiqy, dalam bukunya Muslim Economic Thingking atau dalam artikelnya History of Islamic Economics Thought belum menjelaskan adanya benang merah antara pemikiran ekonomi Islam yang demikian maju dengan kebangkitan pemikiran ekonomi Barat. Karena itu tulisan ini perlu menunjukkan adanya benang merah tersebut.
Dalam Encyclokipaedia Britania, Jerome Ravetz berkata, ”Eropa masih berada dalam kegelapan, sehingga tahun 1000 Masehi di mana ia dapat dikatakan kosong dari segala ilmu dan pemikiran, kemudian pada abad ke 12 Masehi, Eropa mulai bangkit. Kebangkitan ini disebabkan oleh adanya persinggungan Eropa dengan dunia Islam yang sangat tinggi di Spanyol dan Palestina, serta juga disebabkan oleh perkembangan kota-kota tempat berkumpul orang-orang kaya yang terpelajar
Joseph Schumpeter dalam buku History of Economics Analysis, Oxford University, 1954, mengatakaan, adanya great gap dalam sejarah pemikiran ekonomi selama 500 tahun, yaitu masa yang dikenal sebagai dark ages . Masa kegelapan Barat tersebut sebenarnya adalah masa kegemilangan Islam. Ketika Barat dalam suasana kegelapan dan keterbelakangan itu, Islam sedang jaya dan gemilang dalam ilmu pengetahuan dan peradaban. The dark ages dan kegemilangan Islam dalam ilmu pengetahuan adalah suatu masa yang sengaja ditutup-tutupi barat, karena pada masa inilah pemikiran-pemikiran ekonomi Islam dicuri oleh ekonom Barat. Proses pencurian itu diawali sejak peristiwa perang salib yang berlangsung selama 200 tahun, yakni dari kegiatan belajarnya para mahasiswa Eropa di dunia Islam.
Transmisi ilmu pengetahuan dan filsafat Islam ke Barat telah dicatat dalam sejarah. Dalam hal ini Abbas Mirakhor menulis,
The transmission mechanism of Islamic sciences and philosophy to the Eoropeans has been recorded in the history of thought of these disciplines. It took a variaty of forms. First, during the late elevent and early twelfth centuries, a band of western scholars such as Constantine the African and Adelard of Bath, travel to Muslim countries, learned Arabic and made studies and brought what they could of the newly acquired knowledge with them back to Eorope. For example, one such student Leonardo Fibonacci or leonardo of Pisa (d.1240) who traveled and studied in Bougie in Algeria in the twelfth century , learned arithmatic and mathematic of Al-Khawarizmi and upon his return he wrote his book Liber Abaci in 1202
Di sinilah terjadi pencurian ilmu ekonomi Islam oleh Barat. Hal ini telah banyak dikupas oleh para sejarahwan. Dari teks di atas dapat diketahuai bahwa dalam abad 11 dan 12 M, sejumlah pemikir Barat seperti Constantine the African dan delard of Bath melakukan perjalanan ke Timur Tengah, belajar bahasa Arab dan melakukan studi serta membawa ilmu-ilmu baru ke Erofa. Leonardo Fibonacci atau Leonardo of Pisa (d.1240), belajar di Bougioe, Aljazair pada abad ke 12. Ia juga belajar aritmatika dan matematikanya Al-Khawarizmi. Sekembalinya dari Arab, ia menulis buku Liber Abaci pada tahun 1202.
Selanjutnya Abbas Mirakhor menyimpulkan, “The importance of this work is noted by Harro Bernardelli (!8) who make a case for dating the beginning of economic analysis in Europe to Leonardo’s Liber Abaci” .
Kemudian banyak pula mahasiswa dari Itali, Spanyol, dan Prancis Selatan yang belajar di pusat kuliah Islam untuk belajar matematika, filsafat, kedokteran, kosmografi, dan ekonomi. Setelah pulang ke negerinya, mereka menjadi guru besar di universitas-universitas Barat. Pola pengajaran yang dipergunakan adalah persis seperti kuliah Islam, termasuk kurikulum serta metodologi ajar-mengajarnya. Universitas Naples, Padua, Salero, Toulouse, Salamaca, Oxford, Monsptellier dan Paris adalah beberapa universitas yang meniru pusat kuliah Islam.
Sejarah juga mencatat bahwa ilmuwan terkemuka Raymond Lily (1223-1315 M), belajar di universitas Islam. Sepulangnya ke Erofa ia banyak menulis tentang kekayaan khazanah keilmuan Islam dan selanjutnya mendirikan The Council of Vienna (1311) dengan lima buah fakultas yang mengajarkan bahasa Arab sebagai mata kuliah utama. Dengan pengusaan bahasa Arab, mereka menerjemahkan karya-kaarya Islam ke bahasa latin.
Salah satu materi yang diterjemahkan adalah berkenaan dengan ilmu ekonomi Islam. Beberapa penerjemah tersebut antara lain, Michael Scot, Hermaan the German, Dominic Gusdislavi, Adelard Bath, Constantine the African, John of Seville, Williem of Luna Gerard of Cremona, Theodorus of Antioch. Alfred of Sareshel dan banyak lagi deretan penerjemah Barat yang tak bisa disebutkan di sini. Tapi, beberapa penerjemah Yahudi perlu juga dipaparkan. Mereka antara lain, Jacob of Anatolio, Jacon ben Macher, Kalanymus ben kalonymus, Moses ben Salomon, Shem Tob ben Isac of Tortosa, Salomon Ibn Ayyub, Todros Todrosi, Zerahoyah Gracian, Faraj ben Salim dan Yacub ben Abbob Marie.
Karya-karya intelektual muslim yang diterjemahkan adalah karya-karya Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, Al-Ghazali, Ibnu Rusydi, Al-Khawarizmi, Ibnu Haytam, Ibnu Hazam, Jabir Ibnu Hayyan, Ibnu Bajja, Ar-Razi, Abu ‘Ubaid, Ibnu Khaldun, Ibnu Taymiyah, dan sebagainya.
Schumpeter menyebut dua kontribusi ekonom scholastic, Pertama, penemuan kembali tulisan-tulisan Aristoteles tentang ekonomi. Kedua, towering achievement (capaian hebat) St.Thomas Aquinas. Scumpeter menulis dalam catatan kakinya nama Ibnu Sina dan Ibnu Rusydi yang berjasa menjembatani pemikiran Aristoteles ke St. Thomas. Artinya, tanpa peranan Ibnu Sina dan Ibnu Rusydi, St.Thomas tak pernah mengetahui konsep konsep Aristoteles. Karena itu tidak aneh, jika pemikiran St.Thomas sendiri banyak yang bertentangan dengan dogma-dogma gereja sehingga para sejarawan menduga St.Thomas mencuri ide-ide itu dari ekonomi Islam.
Dugaan kuat itu sesuai dengan analisa Capleston dalam bukunya A History of Medieval Philosofy, New York, 1972, “Fakta bahwa St.Thomas Aquinas memetik ide dan dorongan dari sumber-sumber yang beragam, cenderung menunjukkan bahwa ia bersifat eklektif dan kurang orisinil. Sebab kalau kita melihat doktrin dan teorinya, ia sering mengatakan, “ini sudah disebut Ibnu Sina” (Avicenna), atau “ini berasal langsung dari Aristoteles” . Berdasarkan realitas ini kita dapat mengatakan bahwa tak ada sesungguhnya yang orisinil atau istimewa dari St. Thomas tersebut. Sekaitan dengan itu Harris dalam bukunya The Humanities, 1959, menulis, “Tanpa pengaruh peripatetisisme orang Arab, teologi Thomas Aquinas dan pemikiran filsafatnya tak bisa dipahami” .
Beberapa pemikiran ekonomi Islam yang disadur ilmuwan Barat antara lain, teori invisible hands yang berasal dari Nabi Saw dan sangat populer di kalangan ulama. Teori ini berasal dari hadits Nabi Saw. sebagaimana disampaikan oleh Anas RA, sehubungan dengan adanya kenaikan harga-harga barang di kota Madinah. Dalam hadits tersebut diriwayatkan sebagai berikut :
غلا السعر فسعر لنا رسول الله صلى الله عليه و سلم :
ان الله هو الخالق القابض الباسط الرازق المسعر وانى أرجوا أن ألقى ربى وليس أحد منكم يطلبنى بمظلمة ظلمتها اياه بدم ولا مال (رواه الدارمى)
“Harga melambung pada zaman Rasulullah SAW. Orang-orang ketika itu mengajukan saran kepada Rasulullah dengan berkata: “ya Rasulullah hendaklah engkau menetukan harga”. Rasulullah SAW. berkata:”Sesungguhnya Allah-lah yang menetukan harga, yang menahan dan melapangkan dan memberi rezeki. Sangat aku harapkan bahwa kelak aku menemui Allah dalam keadaan tidak seorang pun dari kamu menuntutku tentang kezaliman dalam darah maupun harta.”
Dengan hadits ini terlihat dengan jelas bahwa Islam jauh lebih dahulu (lebih 1160 tahun) mengajarkan konsep invisible hand atau mekanisme pasar dari pada Adam Smith. Inilah yang mendasasari teori ekonomi Islam mengenai harga. Rasulullah SAW dalam hadits tersebut tidak menentukan harga. Ini menunjukkan bahwa ketentuan harga itu diserahkan kepada mekanisme pasar yang alamiah impersonal. Rasulullah menolak tawaran itu dan mengatakan bahwa harga di pasar tidak boleh ditetapkan, karena Allah-lah yang menentukannya.
Sungguh menakjubkan, teori Nabi tentang harga dan pasar. Kekaguman ini dikarenakan, ucapan Nabi Saw itu mengandung pengertian bahwa harga pasar itu sesuai dengan kehendak Allah yang sunnatullah atau hukum supply and demand.
Maka sekali lagi ditegaskan kembali bahwa teori inilah yang diadopsi oleh Bapak Ekonomi Barat, Adam Smith dengan nama teori invisible hands. Menurut teori ini, pasar akan diatur oleh tangan-tangan tidak kelihatan (invisible hands). Bukankah teori invisible hands itu lebih tepat dikatakan God Hands (tangan-tangan Allah).
Selanjutnya ilmuwan Barat bernama Gresham telah mengadopsi teori Ibnu Taymiyah tentang mata uang (curency) berkulitas buruk dan berkualitas baik. Menurut Ibnu Taymiyah, uang berkualitas buruk akan menendang keluar uang yang berkualitas baik, contohnya fulus (mata uang tembaga) akan menendang keluar mata uang emas dan perak. Inilah yang disadur oleh Gresham dalam teorinya Gresham Law dan Oresme treatise.
St. Thomas menyalin banyak bab dari Al-Farabi. St. Thomas juga belajar di Ordo Dominican mempelajari ide-ide Al-Gazhali. Teori pareto optimum diambil dari kitab Nahjul balaghah, karya Imam Ali. Bar Hebraeus, pendeta Syriac Jacobite Church, menyalin beberapa bab dari kitab Ihya Ulumuddin, karya al-Gahazali. Pendeta Spanyol Ordo Dominican bernama Raymond Martini, menyalin banyak bab dari tahafut al-falasifa, dan Ihya al-Ghazali. Bahkan Bapak ekonomi Barat, Adam Smith (1776) dengan bukunya The Wealth of Nation diduga keras banyak mendapat inspirasi dari buku Al-Amwalnya Abu ‘Ubaid (838). Judul buku Adam Smith saja persis sama dengan judul buku Abu ‘Ubaid yang berjudul Al-Amwal. Hiwalah yang dipraktekkan sejak zaman Nabi, baru dikenal oleh praktisi perbankan konvensional tahun 1980-an dengan nama anjak piutang.
Menurut Dr Sami Hamond, seorang ahli perbankkan dari Yordan, cek pertama ditarik di dunia ini bukan oleh tukang besi Inggris tahun 1675 di London sebagaimana disebutkan dalam textbook Barat, tetapi dilakukan oleh Saifudawlah Al-Hamdani, putra mahkota Aleppo yang berkunjung ke Bagdad pada abad X Masehi. Penukaran mata uang mengakui keabsahan cek yang dikeluarkan putera mahkota karena ia mengenal tanda tangannya. Dalam Encyclopedia of Literates, menurut Hamond, juga diceritakan seorang penyair bernama Jahtha menerima selembar cek yang ia gagal menguangkannya. Ini terjadi juga pada abad ke 10 Masehi. Sejarah itu menunjukkan bahwa pada abad ke 10 yang lalu cek sudah dikenal dalam ekonomi Islam. Seorang pengelana Persia Naser Kashro yang pergi ke kota Bashrah pada abad ke 10 M menceritakan, bahwa uang yang dibawanya diserahkan pada penukar mata uang dan ia menerima kertas berharga, semacam traveller cheques yang dipakai dalam berbelanja
Selain contoh di atas masih banyak lagi konsep ekonomi Islam yang ditiru Barat. Beberapa institusi dan model ekonomi yang ditiru oleh Barat dari dunia Islam adalah syirkah (lost profit sharing), suftaja (bills of excahange), hiwalah (Letters of Credit), funduq (specialized large scale commercial institutions and markets which developed into virtual stock exchange), yakni lembaga bisnis khusus yang memiliki skala yang besar yang dikembangkan dalam pasar modal.
Funduq untuk biji-bijian pertanian dan tekstil ditiru dari Baghdad, Cordova dan Damaskus. Demikian juga darut tiraz (pabrik yang dibangun oleh negara untuk usaha eksploitasi tambang besi dan perdagangan besi) di Spanyol Menurut penjelasan Labib, insitusi yang mirip dengan darut tiraz adalah institusi ma’una, (sejenis bank privasi yang dibangun di dunia Islam ditemukan di di Eropa Tengah dengan nama Maona. Insitusi ini digunakan di Tuscani yang berfungsi sebagai sebuah perusahaan umum yang mengembangkan dan menggali tambang besi serta melakukan perdagangan besi tersebut dalam skala yang amat luas. Selanjutnya wilayatul hisbah, yakni polisi ekonomi (pengawas ekonomi perdagangan) yang sudah ada sejak masa Rasul Saw, juga ditiru oleh Barat.
Indikasi-indikasi lain yang menunjukkan pengaruh ekonomi Islam terhadap ekonomi modern ialah diadopsinya kata credit yang dalam ekonomi konvensional dikatakan berasal dari credo (pinjaman atas dasar kepercayaan). Credo sebenarnya berasal dari bahasa Arab “qa-ra-do” yang secara fikih berarti meminjamkan uang atas dasar kepercayaan.
Teori invisible hands yang dikemukakan oleh Adam Smith diduga keras juga berasal dari teori Islam. Menurut teori ini, pasar akan diatur oleh tangan-tangan tidak kelihatan (invisible hands). Harga barang tidak boleh ditetapkan oleh pemerinth, karena ia tergantung pada hukum supply and demand.
Invisible hands bagaimanapun mengadopsi hadits Rasulullah Saw yang menjelaskan bahwa Allah-lah yang menentukan harga. Bukankah konsep invisible hands ini lebih tepat dikatakan gods hands. Namun demikian, ekonomi Islam masih memberikan peluang pada kondisi tertentu untuk melakukan intervensi harga (price intervention) bila para pedagang melakukan monopoli dan kecurangan yang menekan dan merugikan konsumen. Menurut Ibnu taymiyah, penetapan harga diperlukan untuk mencegah pedagang menjual makanan atau barang dengan harga sesuka hati dan hanya menjual kepada kelompok tertentu saja.
Indikasi kuat peniruan teori invisible hands itu terlihat dari uraian-uraian Adam Smith. Dalam buku monumentalnya The wealth of Nation, ia mengutip buku Dr. Pocock yang menceritakan bagaimana para pedagang muslim ketika mereka memasuki suatu kota untuk berdagang. Mereka mengundang makan orang-orang yang lewat, termasuk orang miskin untuk makan bersama. Menurut Dr. Pocock, mereka makan bersama dan bersila, serta memulai makan dengan ucapan bismillah dan mengakhirinya dengan alhamdulillah. Dengan kemurahan hati dan kehangatan seperti ini, para pengusaha muslim mendapatkan relasi dan mengundang simpatik para konsumen, sehingga kepentingan bisnis mereka tercapai.
Dalam buku The Wealth of Nation Adam Smith membahas tingkat perekonomian masyarakat. Ia membedakan tingkat perekonomian masyarakat kepada dua kategori, pertama bangsa dengan ekonomi terbelakang dan kedua, bangsa yang ekonominya maju. Masyarakat yang ekonominya terbelakang ditandai dengan mata pencariannya yang tradisional, seperti pemburu. Sedangkan masyarakat ekonomi maju, mata pencariannya adalah berdagang. Contoh masyarakat ekonomi terbelakang adalah masyarakat Indian di Amerika Utara. Sedangkan contoh masyarakat ekonomi maju adalah bangsa Arab.
Bangsa Arab yang dimaksudkan Adam Smith tentunya adalah bangsa pedagang di zaman Rasulullah. Karena dalam penjelasan selanjutnya ia mengatakan bahwa bangsa yang dipimpin oleh Muhammad dan para generasi sesudahnya.
Dari paparan Adam Smith terlihat jelas bahwa ia mengakui keunggulan dan kehebatan ekonomi muslim pada masa lampau. Karena itu kemungkinan besar secara tak langsung ia telah mengadopsi teori-teori ekonomi Islam.
Indikasinya menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi Islam zaman pertengahan, sangat terasa di Inggris, tanah kelahiran Adam Smith, bahkan jauh sebelum ia lahir. Pada tahun 774 M, Raja Offa yang di Inggeris ketika itu mencetak koin emas yang merupakan copy langsung (direct copy) dari dinar Islam, termasuk tulisan Arabnya. Semua tulisan di coin (uang logam) itu adalah tulisan Arab, kecuali pada satu sisinya tertulis OFFAREX.
Realitas itu menunjukkan bahwa dinar Islam saat itu merupakan mata uang terkuat di dunia. Selain itu perekonomian umat Islam jauh lebih maju dari Eropa. Hal itu menunjukkan bahwa perdagangan internasional muslim telah menjangkau sampai Eropa Utara.
Pada tahun 1764, Adam Smith melepaskan jabatan guru besar di Glasgow Inggris dan memilih karir barunya sebagai penasehat ekonomi Duke of Buccleuch. Pada periode inilah Smith banyak melakukan perjalanan keluar negeri, terutama ke Perancis. Di sini ia banyak bertemu dengan para filosof terkenal. Smith mulai menulis buku The Wealth of Nations ketika beliau berada di Perancis dan menyelesaikannya tahun 1766, di Kirdcaldy. Dan sepuluh tahun kemudian baru diterbitkan, yakni tahun 1776. Pada masa itu di Eropa telah beredar buku-buku terjemahan karya ekonom muslim. Bahkan, di Perancis Selatan banyak guru besar dengan menerapkan pola pengajaran yang mereka dapatkan dari negeri-negeri muslim.
Paparan di atas menunjukkan peran ilmuwan muslim sangat signifikan terhadap kebangkitan intelektualisme Eropa, termasuk dalam pemikiran ekonomi. Demikian sekelumit uraian tentang kontribusi pemikiran ekonomi Islam terhadap ekonomi modern.
May 3rd, 2008 at 9:22 pm
assalam mualaikum. Pa.
saya dari kelas 4 c perbangkan syariah.
-negara-negara manasajakah yang masih terus menggunakan perekonomian warisan kerajaan-kerajaan islam.kalau yamg saya ketahui. semua sudah campur dengan per ekonomian barat.
-kemudian ketika masa kerajan2 islam keputusan2 ekonomi kan tidak selamanya diputuskan oleh pemikir ekonomi terkadang raja memutuskannya sendiri yang pastinya akan ada perdepatan pada masa tersebut.
-lalu perbedaan madzhab saja ada di islam “bagai mana sejarah pemikir2 ekonomi yang berbeda pendapat(pemikirannya)”.
-Pa.saya melihat para pemikir barat pun memikirkan dan merealisasikan buar bikiran mereka yang bertujun baik yaitu tuk mensejah terakan namun moral-moral mereka jugalah yang merusak tujuan yang baik itu “bagaimana sejarah para pemikir islam dalam menentukan parameter baik yang tentunya tuk bersama dan bagaimana jikalau posisi kita sebagai pengusaha yang dimana peraturan yang ber jalan di suatu negara adalah peraturan ekonomi barat”
{atas kesempatan yang bapak berikan saya ucapkan terima kasih}
May 3rd, 2008 at 9:35 pm
Assalamualaikum. saya mau menanyakan tentang pemikiran Ibn Hazm dan Nizham al-Mulk. maksud saya, pokok pemikiran mengenai ekonomi Islam. sebab, di beberapa buku yang saya miliki, pemikiran beliau tidak begitu banyak. terima kasih pak..
May 5th, 2008 at 12:05 pm
Ass.wr.wb.
Majdi Tasbit,
Pemikiran Ibnu Hazm dapat anda lihat di buku karya Ibnu Hazm Al-Muhalla, dan juga pada diktat dan saya miliki. Anda boleh mencopy-nya. Juga anda bisa cari digoogle, banyak artikel2 tentang Ibn Hazm yang berbahasa Inggris.
Pemikiran Nizamul Mulk tentang ekonomi memang agak terbatas.
Sekian
May 5th, 2008 at 5:06 pm
Assalamuailkum bapak…saya ingin bertanya, kenapa begitu mudahnya bangsa barat membolak balikkan fakta dengan mengklaim suatu pemikiran tertentu yang sebenarnya berasal dari para pemikir islam justru dibalik menjadi pemikiran para ahli barat? apakah tidak ada standar keamanan dalam islam untuk menjaga khazanah keaslian dan hak cipta pemikiran para ahli islam kita?
oleh: Mhd. Zuchri Fachrun (PS IV D UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
May 5th, 2008 at 9:29 pm
assalamualaikum..
saya disini mau menanyakan konsep ibnu taimiyah maslah uang ” uang yang berkualitas buruk akan menendang keluar uang yang berkualitas baik, seperti uang yang dari tembaga akan menyirkirkan uang yang dari emas dan perak”.. mengapa demikian??
dan mengenai pemikiran-pemikiran ekonomi islam yang telah banyak di curi oleh ekonom barat,pernah ngak terjadi suatu tuntutan dari kaum muslim atas tindakan mereka sebagai upaya merebut kembali apa yang mereka curi? karena saya pernah mendengar dari seminar bahwa sampai saat ini masih banyak kitab-kitab atau peninggalan islam yang masih utuh di negara barat, seperti cordova.
sebelumnya terimah kasih ya pak…
May 5th, 2008 at 11:21 pm
pada dasarnya sejarah pemikir ekonomi, tersimpil menjadi:
periode fondasi, periode pengembangan, periode kemejuan, periode stagnasi, embrio kebangkitan dan moderen.
dalam simpulan dari artikel bapak, saya menggaris bawahi periode stagnasi. dalam periode tersebut, periode kemunduran bahkan tidak ada pengembangan dan pelanjutan dari para ulama maupun ilmuan islam yang mengembangkan ilmu nya. apa saja yang menyebabkan terjedinya stagnasi ini, selain dari akibat perang salib.????
May 6th, 2008 at 12:15 am
ASS.WR.WB.
YTH.BAPAK AGUS DI TEMPAT
PAK DIMANA SAYA BISA MEMBELI BUKU RUJUKAN
“PERCIKAN PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM” KARYA BAPAK
SEPERTI TAMPAK PADA SAMPING ATAS BLOG INI?
APA BUKU MASIH TERBIT SAMPAI SEKARANG? KALAU BOLEH TAHU, SIAPA PENERBITNYA DAN TAHUN BERAPA MULAI DITERBITKAN PERTAMA KALI?
TERIMA KASIH.
SYAMSUL HIDAYAT/PS IV-D/UIN JAKARTA
May 6th, 2008 at 10:57 am
saya ingin bertanya,,, apakah ada kemungkinan negara-negara di dunia khususnya indonesia tidak lagi menjadikan dolar sebagai patokan melainkan dinar atau dirham…?
May 6th, 2008 at 1:55 pm
assalamualikum bapak…mazhab apakah dari ketiga mazhab islam yang ada dalam dunia ekonomi islam yang saat ini digunakan para ahli ekonom muslim khususnya di Indonesia ???
Rudi Sugiarto PS IV D UIN SHJ
May 6th, 2008 at 4:26 pm
Ass. wr. wb.
bagaimana menurut pendapat bapak tentang UU perbankan syariah yang belum disyahkan, yang saat ini masih sebatas RUU belum menjadi UU. jika UU perbankan syariah yang telah dirancang sejak lama pun masih belum disahkan, bagaimana dengan LKS lainnya yang baru berkembang saat ini, seperti BMT dan lain sebagainya?
bukankah bunga bank sekecil apapun itu diharamkan, tapi mengapa M. Yusuf justru menggunakan sistem bunga ini untuk menumbuhkan ekonomi di Bangladesh dan itu berhasil dan apa yang dilakukannya untuk kemashlahatan. menurut bapak apakah bisa dibenarkan menggunakan sistem bunga bank tersebut sekalipun untuk mencapai kemashlahatan?
-Nadiyatul Millah- PS IV C
May 6th, 2008 at 4:42 pm
Ass. wr. wb.
mengapa ekonomi islam jauh tertinggal bila dibandingkan dengan ekonomi konvensional, bukankah pemikiran ekonomi islam sudah ada ketika kajian tentang ekonomi barat masih bersifat normatif? kemudian menurut bapak, faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi memboomingnya ekonomi islam saat ini khususnya di Indonesia?
bagaimana menurut bapak tentang sistem bagi hasil bank syariah yang presentasinya masih melirik pada seberapa besar presentasi bunga bank konvensional?
-Jessy- PS IV C
May 6th, 2008 at 6:54 pm
Assalamualaikum Wr.Wb.
saya mau bertanya di masa umar pendistribusian baitul mal menggunakan prinsip keutamaan. hal ini mengandung reaksi hakim bin hizam karna tindakan umar memicu lahirnya sifat malas di kalangan pedagang. dan kemudian umar menyadari cara tersebut keliru dan bertekad mengubah kebijakan tersebut jika masih diberi kesempatan namun umar tewassebelum rencananyaberhasil direalisasikan lalu pada masa pemerintahan usman prisip keutamaan di gunakan kembali padahal prinsip tersebut sudah diaki keliru oleh umar dan mendapat reaksi dari hakim bin hizam. yang saya ingin tanyakan alasan apa yang mendorong usmanmenggunakan kembali pinsip keutamaan tersebut?
umar banyak melakukan ijtihad dalam hal-hal yang berkaitan dengan distribusi yang saya ingin tanyakan contoh dari hasil ijtihad umar yang berkaitan dengan distribusi?
May 6th, 2008 at 7:20 pm
bapak saya mau tanya di masa umar pendistribusianbaitul mal menggunakan prinsip kutamaan hal ini mendapat reaksi dari hakim bin hizam karna tindakan umar memicu lahirnya sifat malas di kalangan pedagang dikemudian hari umar menyadari cara tersebut keliru dan bertekad mengubah kebijakan tersebut jika masih diberi kesempatan namun umar tewas sebelum rencananya berhasil direalisasikan. lalu pada masa pemerintahan usman prisip tsbt digunakan kembali padahal prinsip tersebutsudah diakui keliru oleh umar dan mendapat reaksi dari hakim bin hizam. yang saya tanyakan alasan apa yang mendorong usman mengguakan kembali prinsip keutamaan tersebut?
pertanyaan ke-2. umar banyak melakukan ijtihad dlm hal-hal yang berkaitan dgn distribusi. yang ingin saya tanyakan contoh ijtihad umar yang berkaitan dengan distribusi?
terima kasih
Wassalamu’alaikum..
May 6th, 2008 at 7:24 pm
Assalamu’alaikum…
Dalam periode sejarah Islam,adanya masa kemunduran Islam dimana salah satunya adalah dengan ditutupnya pintu ijtihad. yang ingin saya tanyakan pada bapak,”menurut bapak adakah kiranya hubungan tertutupnya pintu ijtihad dengan kemunduran pemikiran-pemikiran ekonomi pada masa itu?”
dan saat ini, adakah tindakan untuk menhakciptakan pemikiran-pemikiran ekonomi muslim klasik,baik di Indonesia maupun dunia internasional,dengan adanya kesadaran bahwa telah terjadinya plagiat oleh pemikir ekonom barat?
terima kasih. Wassalamu’alaikum…
May 6th, 2008 at 7:52 pm
Assalamu’alaikum…Pak
saya ingin bertanya, bagaimana STRATEGI kita sebagai generasi ekonom muslim merealisasikan dan atau mensosialisasikan kegemilangan perekonomian islam dari zaman rasululah SAW dan merealisasikan buah karya pemikiran para pakar ekonom muslim, pada zaman selarang ini???….dan tentunya kondisi yang dihadapi zaman sekarang(permasalanhan yang begitu kompleks) dan kondisi zaman kegemilangan Islam dulu, sangatlah berdeda………
TERIMA KASIH
From: M. Farhan el-Nur /PS IV-D/UIN Jakarta
May 6th, 2008 at 8:27 pm
fakta yang diungkap dalam tulisan diatas hanyalah sebatas pengantar saja sehingga pembaca tidak mendapatkan pemaparan secara komperhensif,
yang ingin saya tanyakan;
a) dimanakah sayas dapat mencari sumber yang komperhensif tentang sejarah pemikiran ekonomi islam, adakah soft copy dari e-book?
b)sesuai dengan matakuliah yangdiajarkan di kelas saya,ada hal menarik yang ingin saya ketahui tentang perkembangan pemikiran ekonomi pada masa turki usmani;siapa tokoh yang paling menonjol, dan apa kontribusinya dalam teori ekonomi yang masih berpengaruh sampai saat ini.
c)bagaimanakah perkembangan BMT dilihat dari kedudukan dan fungsinya adakah perbedaan fungsi dari BMT dari tiap-tiap masa pemerintahan hingga saat ini?
d)bagaimana sejarah terbentuknya aliran-aliran pemikiran ekonomi islam seperti madzhab mainstream, iqtishaduna, dan alternative kritis. apa yang mendasari perbadaan pemikiran diantara ketiganya?
May 6th, 2008 at 8:53 pm
ass.
kalau memang para ekonom barat memplagiat karya-karya ekonom muslim, tapi kenapa dalam bidang ekonomi umat islam jauh dari kemakmuran?
dan kenapa orang-orang barat kok yang malah meninggalkan kita, padahal pemikiran mereka berasal dari tokoh islam?
dan apakah orng-orang barat maju karena mengikuti ajaran islam ataukah menciptakan teori sendiri? karena seperti dijelaskan sebelumnya bahwa ekonomi barat bersumber dari islam, berarti dalam hal ini barat telah mengikuti islam?
apakah bisa dikatakan kalau teori ekonomi yang barat ciptakan setelah melakukan plagiatan terhadap ekonomi islam merupakan pengembangan dari ekonomi islam?
rudi ismail
perbankan syariah
semester IV D
uin syahid jakarta.
May 6th, 2008 at 10:18 pm
Assalamualaikum wr. wb
pak Agustianto Yth… apakah benar pernyataan yang dikeluarkan oleh para pemikir ekonomi islam seperti itu?karena sampai saat ini diskusi yang saya lakukan dengan teman-ieman dalam literatur kitab mereka tidak ada yang secara spesifik membahas masalah ekonomi, justru wacana itu muncul setelah dialihbahasakan oleh para pemikir barat sehingga terkesan pernyataan/teori ekonomi tsb lahir dari barat? punyakah kita keberanian untuk menyatakan kebenaran yg sejati
wassalam
ibnu sabil al azhariyyah
May 6th, 2008 at 10:46 pm
*kalau boleh saya usul, mungkin setiap kalimat2 yang berbahasa inggris ada terjemahannya juga dari bahasa indonesia, seperti (Transmisi ilmu pengetahuan dan filsafat Islam ke Barat telah dicatat dalam sejarah. Abbas Mirakhor menulis…….) dalam hal ini karena tidak semua pembaca di internet -ataupun InsyaAllah kalau sudah menjadi buku- bisa berbahasa asing (inggris).
apalagi yang dikutip merupakan kalimat2 yang penting.
*adakah buah pikiran yang cemerlang yang dihasilkan oleh pemikir ekonomi islam pada zaman ini yang sudah berpengaruh terhadap kemajuan akonomi barat dan islam? dan juga pemikiran bapak tentang kemajuan ekonomi islam sekarang ini…!!???
May 6th, 2008 at 10:58 pm
melihat realita kondisi masyarakat yang terjadi saat ini, dengan minimnya pengetahuan kebanyakan masyarakat indonesia tentang bank syari’ah,atau mungkain kurang maksimalnya sosialisasi bank syari’ah terhadap masyarakat serta lebih tertariknya masyarakat dengan bank konvensional karena ketidaktahuanya itu, apakah target penyebarluasan bank syari’ah akan tercapai,atau mungkin presentasinya akan meningkat?
May 6th, 2008 at 10:59 pm
menarik sekali setelah saya membaca artikel bapak, saya mendapat referensi baru tentang islam, ananda bangga sekali dengan kenyataan bahwa islam mempunyai sumbangan yang tidak sedikit pemikiran dalam bidang ekonomi –bahkan dapat dikatakan pelopor. namun yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah,langkah apa saja yang harus dilakukan generasi muslim masa kini untuk memecahkan permasalahan ekonomi umat? perlukah ada perubahan atau penambahan terhadap teori -teori yang telah diwariskan para pemikir ekonomi islam masa silam demi relevansinya terhadap problematika ekonomi masa kini? contohnya? sekian. atas jawaban bapak, ananda ucapkan terima kasih.
May 7th, 2008 at 10:23 am
Assalamualaikukm Wr.Wb.
saya ingin menanyakan tentang realisasi ekonomi islam di dunia.apakah ada di belahan bumi ini negara yang benar-benar menerapkan sistim ekonomi islam?lalu di indonesia ini tidak dipungkiri lagi bahwa ekonomi kita mengarah kepada liberalisasi dengan sistim kapitalis.nah,masalahnya hanya segelintir manusia indonesia yang mayoritas islam mengerti ekonomi islam.pertanyaannya apakah indonesia ini bisa 100% menerapkan ekonomi islam? lalu langkah besar apa yang harus dilakukan pihak-pihak yang mengerti betul tentang indahnya ekonomi islam ini?perlukah sebuah revolusi sistim pemerintahan??
terimakasih,
wassalamualaikum wr. wb.
May 7th, 2008 at 11:42 am
assalamu’alaikum…
dalam transmisi ilmu pengetahuan dan filsafat islam ke barat telah dicatat dalam sejarah, sebagaimana terdapat dalam buku Abbas Mirakhor. disinilah terjadi pencurian ilmu ekonomi islam oleh barat, misalnya constantine the African and delard of bath telah membawa ilmu baru ke eropa yang diambil dari negara Islam. ehmmm…pak Agus, yang mau saya tanyakan kenapa ya dengan mudahnya para ekonom eropa mentransmisi ilmu Islam ke barat(eropa)? trus kenapa saat itu ekonom Islam tidak langsung saja mengaplikasikan ilmunya tersebut, soo..ga akan dicuri oleh ilmuwan barat..!!!
May 9th, 2008 at 7:39 pm
Assalamuallaikum.WR.WB
1)Pak,saya ingin mengetahui lebih jelas kenapa ada jenis mata uang baik dan buruk?Apakah yang baik itu lebih berkualitas nilai mata uangnya atau uang tersebut terbuat dari jenis apa? Apakah itu yang membuat perbedaannya??
2)YAng saya ketahui sekarang ini para pedagang kebanyakan orang cina atau tionghoa. Padahal setelah saya baca bahwa NABI MUHAMMAD SAW mengatakan lebih baik berdagang,tapi saat ini sedikit umat muslim yang melakukan perdagangan.
yang saya ingin tanyakan bagaimana caranya qt sebagai umat muslim mengembalikan kesuksesan atau kejayaan umat muslim dalam berdagang?
May 10th, 2008 at 8:22 am
Mata uang baik, dalam teori Ibnu Taymiyah adalah dinar dan dirham, sedangkan mata uang berkualitas buruk adalah fulus. Fulus terbuat dari tembaga, dinar dari emas, dirham dari perak, itu bedanya. Menurut Ibnu Taymiyah bad money drive out good money, uang buruk akan menendang keluar uang yang berkualitas baik di pasar.Baca buku-buku saya tentang penjelasan ini, saya tak sempat menjelaskannya di sini. Teori Inilah yang diambil Gresham dan selanjutnya disebutnya teori Gresham Law, padahal itu milik Ibnu Taymiyah.
May 10th, 2008 at 11:50 pm
Assalamualaikum Wr. Wb
bapak saya mau tanya,
Apakah mungkin, ekonomi islam secara makro dapat diterapkan di negara kita yang sangat heterogen dalam semua hal, terutama masalah agama?
Bagaimana pandangan bapak tentang prospek ekonomi islam dimasa yang akan datang, dengan berbagai temuan bapak di lapangan?
May 11th, 2008 at 5:24 pm
Assalamu’alaikum wr.wb
Yth. Bpk Agustianto di tempat
1)Bagaimana mengembalikan kemajuan ekonomi islam?padahal seperti yang kita ketahui sejarah mencatat bahwa ekonomi islam sangat maju sebelum lahirnya ekonomi barat!!
2)Apa konsep ekonomi yang di kembangkan oleh al Maqrizi?
3)Apa perbedaan yang mendasar tentang teori invisible hand yang di kembangkan oleh Nabi Muhammad saw dengan Adam smith??
May 13th, 2008 at 8:02 pm
ass…………… Yth Bpk Agustianto
Sangat banyak kendala yang kita hadapi sebagai generasi penerus ekonomi islam, eksternal maupun internal. karena walaupun kita pernah berjaya dlam berbagai bidang, ekonomi khususnya, tapi bnyk umat islam yang tidak menyadari hal ini, terbukti dari perkmbangan ekonomi islam saat ini yang tidak sebanding dngan jumlah umatnya, bhkan kita lbih bngga dng ekonomi konvnsional, terbukti dari kbnyakn sistem yang dianut termasuk indonesia. Apakah ini karena para pemimpin kita TIDAK MENGERTI ATAU TIDAK PEDULI dengan ekonomi islam?
knp para ulama saat ini pun krang peduli dng ini, APAKAH karena mungkin menganggap msalah dunia itu TIDAK PENTING? APA YANG HARUS KITA LAKUKAN JIKA MENGHADAPI MASYARAKAT SPRTI ITU? Seperti yang terjadi di Lingkungan Saya, dimana masjid tidak boleh digunakan kecuali untuk SHOLAT SAJA.
Terima kasih atas tanggapannya…………!
May 13th, 2008 at 10:21 pm
Arief Muzacky PS IVC non-reg
Ass. Wr. Wb
saya igin bertanya:
1)Dapatkah kaum muslimin meraih masa keemasaanya seperti pada masa Rasulullah & para sahabat setelah sekian lama terpuruk?????
2)Di dalam artikel Bapak tertulis ada dua jenis mata uang yang beredar yaitu mata uang baik & mata uang buruk dinar & dirham), yang saya ingin tanyakan mengapa pada masa itu ada dua jenis mata uang yang beredar dalam masyarakat & mana yang lebih baik diantara keduanya padahal fungsi dari mata uang tersebut sebagai alat tukar?????
May 13th, 2008 at 10:56 pm
1. Dalam pemikiran di bidang ekonomi., umat islam boleh lah bangga dengan banyaknya para pemikir/ filosof yang menjelaskan tentang ekonomi, bahkan berkat jasa pemikir Islam seperti Ibnu Khaldun dan Ibnu Rusydi, Eropa bangkit dan maju dengan rasionalisme yang diajarkan Bapak rasionalisme Ibnu Rusydi.Namun apakah komentar bapak bahwa ekonomi Islam akan terbangaun dari tidur panjangnya?. Saya yakin kebangkitan Islam pasti segera datang, karena terlalu banyak tanda-tanda kehancuran peradaban kapitalisme. Keunggulan ekonomi Islam semakin nyata. Tak terhitung banyaknya para ilmuan Barat yang telah berdecak kagum pada ekonomi islam, baik secara nyata maupun tersembunyi. Tidak ada orang yang pesimis tentang kebangkitan Islam, kecuali orang yang buta sejarah dan fakta-fakta kontemporer. Masa depan dunia ada pada ekonomi Islam. Saya setuju banget dengan optimisme yang Bapak bangun.
2. Menurut bapak pemikiran siapakah yang bisa dianggap sebagai bapak ekonominya islam, tentunya selain Nabi Muhammmad SAW, dan teori apa yang paling terkenal (jika Adam Smith terkenal dengan teori (invisible hands nya))?
3.Saya mengusulkan Bapak menjelaskan perbedaan-perbedaan ekonomi Islam dengan ekonomi kapitalisme. Juga keunggulan sistem ekonomi Islam tersebut, agar umat menjadi tercerahkan, dan terbuka pikirannya untuk melihat kebenaran sejati teori ekonomi. Sehingga orang awam tidak memandang perbedaan ekonomi Islam dengan ekonomi konvensional hanya dalam akad saja?. Padahal sebagaimana Bapak jelaskan di kelas, sedikitnya ada 50-an perbedaan ekonomi Islam dan konvensional. Allahu Akbar. Hebatnya ajaran ekonomi Islam.
4.dalam pemikiran ekonomi islam (terutama di Indonesia)dalam beberapa hal (keuntungan)tidak sejalan dengan teori yang ada(tidak kaffah), hanya manis di omongan, bagaimana komentar bapak?
May 13th, 2008 at 10:56 pm
kurnia ramadhan siregar PC/IV c/ Non Reg
saya sangat terkagum sekali melihat dan membaca paparan bapak tentang sejarah ini,, tapi yang jadi pertamyaan saya adalah:
pada periode stagnasi,(masa kemunduran) tsb, yang menyebabkannya antara lain karena perang salib, apakah ada sebab yang lain.
May 13th, 2008 at 11:17 pm
Assalamu’alaikum.Wr.Wb
Bapak, saya mau bertanya,,
1)Apa yang menyebabkan beberapa mahasiswa dari Itali, Spanyol, dsb tertarik untuk mempelajari ilmu ekonomi islam??
2)Bagaimana pandangan para penerjemah yahudi,spt Jacop Of Anatolio,dsb dalam memahami pemikiran ilmu ekonomi islam??
3}Bagaimana konsep pemikiran ekonomi islam yang diterapkan oleh Ibnu Kholdun dalam mengembangkan ekonomi islam dan dalam menghadapi masalah-masalah hukum ekonomi islam???
Terima kasih,,
Wassalamu’alaikum.Wr.Wb
May 14th, 2008 at 12:24 pm
Assalamualaikum wr,wb
1.mengapa ekonomi islam dimata dunia terlihat sangat jauh tertinggal atau terbelakang dibanding ekonomi modern padahal banyak ilmuan muslim klasik yang memiliki pemikiran ekonomi islam yang sangat maju dibanding ilmuan barat?
2.Apa yang menjadikan prinsip-prinsip ekonomi Islam itu menjadi terbelakang oleh prinsip-prinsip ekonomi konvensasional?
Terima kasih
wassalamualaikum wr.wb
May 14th, 2008 at 12:30 pm
Assalamu’alaikum wr,wb
1.Dalam perjalanan sejarah Islam, tentunya banyak aspek yang disentuh seperti sosial, politik, budaya, sampai kepada konsep Negara kesejahteraan. Dalam konteks muamalah seperti itu mengapa tidak disinggung masalah ekonomi atau konsep-konsep ekonomi dalam lintasan sejarah itu? Apa faktor yang melatarbelakanginya?
2.Dalam prinsip-prinsip Islam (al-Qur’an dan Sunnah Nabi) sudah terdapat konsep dasar mengenai ekonomi, tapi pada akhirnya teori-teori ekonomi muncul dari barat yang sebenarnya itu diambil dari Islam. Apakah memang pada waktu itu tidak ada para pemikir ekonomi Muslim yang merumuskan konsep ekonomi secara konvensasional yang berlandaskan hukum-hukum Islam?
3.Apakah pemikiran ekonomi Islam itu adalah hasil pola pikir yang dikemukakan oleh para pemikir muslim, atau format yang terdapat dalam al-Qur’an dan Sunnah? Ini dimaksudkan agar kita mendapat legitimasi mengenai konsep dasar ekonomi Islam.
4.Apa saja usaha-usaha yang dilakukan para pemikir ekonomi muslim untuk membangun kembali konsep-konsep ekonomi Islam Sehingga dapat diterima oleh semua kalangan?
Terma kasih
Wassalamu’alaikum wr.wb
May 14th, 2008 at 12:51 pm
Assalamu’alaikum
1.Mengapa orang barat menolak prinsip-prinsip ekonomi islam, padahal prinsip-prinsip ekonomi barat berasal dari ajaran islam?
2.Mengapa beberapa tokoh pemikir muslim sangat sedikit sekali membahas tentang ekonomi Islam?
Wassalam
May 14th, 2008 at 12:58 pm
Assalamu’alaikum
1. Mengapa para pemikir muslim sangat sedikit menjelaskan tentang ekonomi Islam?
2. Mengapa ekonomi Islam di mata dunia terlihat jauh tertinggal dibanding ekonomi modern, padahal sangat banyak ilmuwan muslim klasik yang memiliki pemikiran ekonomi yang amat maju dibandingkan ilmuwan barat?
Wassalam
May 14th, 2008 at 3:23 pm
Assalam mu’alaikum Wr.Wb
1)Apakah pemikiran para ahli ekonomi kontemporer non muslim di zaman sekarang dapat melemahkan pemikiran ekonomi islam di zaman klasik?
2)Bapak menulis dalam kutipan Abbas Mirakhor bahwa pemikiran ekonomi islam di zaman klasik sangan maju dan berkembang,,jika demikian kenapa di zaman sekarang justru semakin melemah(dengan pembuktian dari tulisan bapak bahwa buku-buku sejarah islam sekalipun tidak menyentuh sejarah pemikiran ekonomi islam kliasik)?
Terima kasih,,,
Wasalamu’alikum Wr.Wb
May 14th, 2008 at 10:03 pm
1. kenapa pada saat itu buku-buku sejrah ekonomi islam atau sejarah pemikiran ekonomi islam lebih dominan bermuatan sejarah politik tidak membahas atau merambah sejarah pemikiran ekonomi islam klasik?
2. kenapa pada saat itu para ahli sejarah dan ahli ekonomi sangat kurang dan bahkan terkesan mengabaikan jasa-jasa ilmuwan muslim padahal pada abad pertengahan itu sudah banyak buku-buku kajian ekonomi islam klasik yang ditulis bahkan para ilmuwan muslim klasik ytang memiliki pemikiran ekonomi yang amat maju mengungguli para ilmuwan barat?
3. kenapa bisa pemikiran-pemikiran ilmuwan muslim klasik dicuru atau diadobsi oleh ilmuwan-ilmuwan barat pada saat itu dan dianggap sebagai hasil pemikiran mereka?
4. mengapa dimata dunia ekonomi-ekonomi modern-lah yang lebih terkenal dan yang banyak dikaji dibandingkan dengan ekonomi islam yang di tulis oleh apara ilmuwan muslim, padahal peran ilmuwan muslim sangat signifikan terhadap kebangkitan intlektualisme eropa?
May 14th, 2008 at 10:11 pm
assalamkm..
ketika membaca artikel bapak saya melihat bnyk hasil pemikiran2 para imaam islam terdahulu yang sekiranya ditiru oleh para pemikir ekonomi barat bahkan mereka mengklaimnya bahwa itu adalah hasil pemikiran mereka..
kenapa hal ini bisa terjadi??
apakah pd waktu itu tidak ada pemikr islam yang mengembangkan teori2 terdahulu sehingga tdak akan terjadi peniruan seperti itu??
May 15th, 2008 at 1:30 pm
kemajuan barat sekarang ini tidak lepas dari pengaruh islam pada waktu itu, mereka banyak mengadopsi ilmu-ilmu yang dimunculkan oleh para pemikir-pemikir Islam.yang saya tanyakan adalah, apakah munculnya pemikiran ekonomi konvensional yang digagas oleh barat sekarang ini itu berasal dari pemikiran ekonomi Islam?dan kenapa pada saat sekarang ini sangat jarang ditemukan tulisan-tulisan tentang sejarah pemikiran ekonomi islam?apakh itu juga disebabkan oleh pembantaian tentara mongol terhadap tentara Islam pada waktu perang salib?
May 16th, 2008 at 10:19 am
assalamu’alaikum.wr.wb
setelah saya membaca buku karangan A.A Islahi yang berjudul konsepsi ekonomi islam ibnu taymiyah, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan. pertama, mengapa pemikiran ibnu taymiyah dibandingkan dengan pemikir2 barat? mengapa tidak dibandingkan saja dengan pemikir2 muslim pendahulunya? padahal, teori pemikiran baratpun mengambil referensi dari pemikir musliam_bahkan ibnu taymiyah sendiri_. kedua, dalam pemikiran ibnu taymiyah ada perbedaan antara istilah “setara” dengan “adil”, bagaimana pendapat bapak? saya mohon penjelasannya sebagai bantuan untuk menyelesaikan makalah. sebab, tidak mungkin saya menulis apa yang tidak saya mengerti. sebelum dan sesudahnya saya mengucapkan banyak terima kasih.
wassalamu’alaikum.wr.wb
lina nurul yama C Jakarta
May 21st, 2008 at 9:42 pm
Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Yth. Bapak Drs. Agustianto, M.A.
di tempat
Pak,kenapa madzhab ekonomi Islam yang ada sampai saat ini hanya ada 3 yaitu Madzhab Baqir Shadr,Madzhab Mainstream,dan Madzhab Kritis Alternatif?? apakah tidak mungkin bertambah menjadi 5,6,7,8,9 madzhab atau seterusnya seiring perkembangan zaman? apa pak syarat-syarat utama yang harus dipenuhi para ekonom muslim bila diantara mereka ada yang ingin membuat madzhab baru?? Apa sesungguhnya fungsi madzhab-madzhab yang 3 tsb bila nyata-nyata diterapkan di negara-negara Muslim di dunia? Apa kita tidak berani memunculkan “ini lho ekonomi Islam” pada AS dan sekutunya? padahal sudah banyak teori seputar ekonomi Islam ini seperti tak habis-habisnya kita membahasnya dari hari ke hari. Pak, kalau menurut saya,baiknya kita merenungkan Q.S. AL-SHAAF AYAT 2,3, DAN 4 seharusnya kita takut akan ancaman Allah di dalamnya dan mestinya kita ummat Islam bersatu.
Mohon arahan-arahan bapak. terima kasih.
Pengirim: SYAMSUL HIDAYAT PS IV-D
May 23rd, 2008 at 11:57 am
Assalaamu’alaikum Wr.Wb
saya ingin bertanya, mengapa Adam Smith bisa terpilih atau disebut sebagai Bapak Ekonomi Barat padahal masih banyak lagi Imuwan2 Barat lainnya?
apa yang melatar belakanginya sehingga Adam Smith dikenal sebagai Bapak Ekonomi seluruh dunia?
Thanks..
May 23rd, 2008 at 12:11 pm
ass…
pak, kalo tidak salah ibn. hazm adalah salah satu pengikut mazhab zahiriyah. apakah dalam kitab al muhala beliau berijtihad dengan dasar nash yang leterlek dalam penafsirannya?
lalu tentang pendapatnya Ibnu Khaldun bahwa kemakmuran negara yang berkaitan dengan pendapatan nasional yang baik itu dipengaruhi oleh beberapa variabel yang ada di artikel, namun yang paling urgent adalah variabel sadar syariat. maka jika kita ingin menjadikan negara makmur kita harus dakwah melulu donk pak,,,?
May 23rd, 2008 at 9:37 pm
Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Yth. Bapak Drs. Agustianto, M.A.
di tempat
Bapak, yang saya ketahui sebagian para pemikir ekonomi barat asal Yunani, khan ada yang memahami betul sistem keadilan salah satunya adalah Aristoteles, Plato. Begitu juga dengan sistem perekonomian Islam sangat memperhatikan sekali konsep keadilan tersebut.
Yang menjadik pertanyaan saya adalah bentuk pemikiran ekonomi orang barat yang bagaimana sih yang kontroversial sekali dengan kita? dan sekarang bangsa barat lebih mayoritas memakai pemikiran ekonomi siapa.?
May 24th, 2008 at 2:44 pm
Ass, bapak yang terhormat…
pertama, saya ingin bertanya berkenaan dengan referensi mata kuliah SPEI khususnya dan Ekonomi Islam pada umumnya, dimana saya harus mencari data yang lebih lengkap selain di perpustakaan syariah tentunya?
kedua,dikaitkan dengan konteks kekinian (yang terjadi di Indonesia saat ini), pemikiran siapakah yang lebih tepat menurut bapak diterapkan??
syukron…
May 24th, 2008 at 2:49 pm
Assalaamu’alaikum Wr.Wb
Pak, yang saya ketahui tentang periode ke-3(masa keemasan) khususnya masa pemerintahan Umar Ibn Abdul Aziz yang dengan berbagai kebijakannya berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakat secara keseluruhan hingga tidak ada lagi yang mau menerima zakat, yang saya tanyakan adalah apakah negara kita yang tercinta ini bisa makmur dan sejahtera seperti itu? langkah apa yang sebaiknya dilakukan oleh pemerintah? apakah negara ini harus merubah sistemnya terlebih dahulu menjadi sistem islam? atau dengan cara mensyariahkan semua kegiatan yang bertentangan dengan islam…??
terima kasih,,
May 24th, 2008 at 10:46 pm
Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
Pak,dewasa ini pengkajian-pengkajian sejarah pemikiran ekonomi IsLam kurang diminati oleh kalangan mahasiswa disebabkan fenomena yang terjadi saat ini banyak mahasiswa yang orientasinya ke peluang bisnis (misalnya,di lingkungan UIN banyak mahasiswa selain kuliah membuka usaha rental komputer, warnet, pulsa elektrik dll). Dalam hal ini generasi pemikir-pemikir ekonomi Islam atau bidang lainnya akan berkurang bahkan nyaris bisa jadi menghilang.
yang ingin saya tanyakan ke bapak yaitu :
1. Bagaimana caranya agar antara praktisi dan akademisi bisa seimbang/setara baik dalam ekonomi Islam,hukum Islam,dsb?
2. Tips untuk membangun semangat kajian-kajian kepada para mahasiswa saat ini?
May 24th, 2008 at 10:59 pm
Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
Bapak, langsung aja ya yang ingin saya tanyakan adalah :
PEmikiran Ibn Hazm tentang masalah zakat bahwa siapa yang tidak berzakat akan mendapatkan hukuman atau sangsi. Bagaimana jika pemikiran Ibn Hazm tersebut diterapkan pada INDOnesia kita saat ini?
May 26th, 2008 at 11:56 am
assalamualaikum wr. wb
pertanyaan saya hampir sama dengan pertanyaan suhaeti. di dunia adam smith di anggap sebagai bapak ekonomi, padahal seperti kita ketahui bahwasanya dy banyak mengadopsi dari pemikiran2 eko.islam, dari konteks ekonomi islam itu sendiri sebenarnya siapa yang pantas di anggap sebagai bapak ekonomi di dunia? apakah rasulullah yang seperti kita ketahui adam smith banyak mengambil pemikiran beliau dalam menetapkan suatu teori ekonomi, seperti teori invisible hands? atau pemikir-pemikir ekonomi islam yang lain yang kita ketahui telah banyak mengeluarkan pemikirannya.
wasalam
Siti Hamidah PS IVD
May 26th, 2008 at 12:05 pm
assalamualaikum.
seperti kita ketahui sudah banyak negara di dunia baik yang mayoritas muslim maupun yang minor. sudah mengenal tentang ekonomi islam. pertanyaan saya dari sekian banyak negara tersebut adakah yang mengklaim dirinya sebagai negara yang menggunakan ekonomi islam sebagai sistem perekonomiannya? dan bagaimana dengan negara Indonesia sendiri, kalau saya cermati negara ini masih mengadopsi pemikiran ekonomi barat, dan bagaimana menurut bapak dan kalau memang benar lebih cenderung ke pemikiran siapa, negara Indonesia ini.
wasalam
Nur Octoviyana Rahmah /PS IV D/ FSH
May 26th, 2008 at 12:18 pm
assalamualaikum
adam smith diakui sebagai bapak ekonomi dunia, padahal dia banyak mengadopsi dari pemikiran2 eko.islam terutama rasulullah. menurut ekonomi islam siapa yang pantas dijuluki sebagai bapak ekonomi dunia? apakah rasulullah atau pemikir2 eko islam yang lainnya? dan mengapa?
wasalam
Siti Hamidah PS IVD
May 26th, 2008 at 2:15 pm
Dalam pemikiran ekonomi ibnu khaldun banyak sekali pemikirannya yang mendasar beberapa abad sebelum kelahirannya, beliau menemukan manfaat-manfaat dan pelunya pembagian kerja sebelum adam smith, dan seperti teori prinsip nilai tenaga kerja sebelum ricardo, beliau menguraikan teori tentang populasi sebelum Malthus, dan melandaskan peran negara dalam perekonomian sebelu keynes, ekonom-ekonom yang menemukan kembali mekanisme yang telah ditemukannya terlalu banyak yang bisa disebut. namun ibnu khaldun menggunakan konsep-konsep ini untuk membangun suatu sistem yang dinamis dan koheren. haruskah kita merefesi begitu banyak sebutan-sebutan bapak-bapak penemu teori-teori ekonomi dalam sejarah pemikiran ekonomi?
May 26th, 2008 at 2:17 pm
Dalam pemikiran ekonomi ibnu khaldun banyak sekali pemikirannya yang mendasar beberapa abad sebelum kelahirannya, beliau menemukan manfaat-manfaat dan pelunya pembagian kerja sebelum adam smith, dan seperti teori prinsip nilai tenaga kerja sebelum ricardo, beliau menguraikan teori tentang populasi sebelum Malthus, dan melandaskan peran negara dalam perekonomian sebelu keynes, ekonom-ekonom yang menemukan kembali mekanisme yang telah ditemukannya terlalu banyak yang bisa disebut. namun ibnu khaldun menggunakan konsep-konsep ini untuk membangun suatu sistem yang dinamis dan koheren. haruskah kita merefesi begitu banyak sebutan-sebutan bapak-bapak penemu teori-teori ekonomi dalam sejarah pemikiran ekonomi?
Pangesti dwi Putra Takaful 8
May 26th, 2008 at 9:50 pm
ass…………
sangat banyak sekali pemikiran2 ekonom muslim,tapi sebagian kecil saja yang bisa kita dapatkan dalam bahasa indonesia. bagaimanan siasat kita untuk bisa mendalami pemikiran2 mereka? tips2 yang bapak gunakan khususnya?
May 27th, 2008 at 9:43 am
Assalamualaikum Wr.Wb
Bpk. Drs. Agustianto, MA
di tempat.
Setelah saya membaca artikel bapak mengenai sejarah pemikiran Islam, saya berargumen?
1. Kenapa para pemikir ekonomi muslim yang dahulu menciptakan ilmu-ilmu yang luar biasa, terlebih ilmu ekonomi, misalnya ibnu khaldun dan abu yusuf yaitu pada karangan-karangan mereka, banyak yang diambil/dibajak dari para pemikir barat sehingga ilmu tersebut, sehingga beranggapan ilmu tersebut mereka yang membuat…??
Saya sudah banyak membaca buku-buku dan pemikir ekonomi islam, serta sejarah tentang islam, tetapi saya masih binggung terhadap negara kita masih saja banyak kemiskinan, penggangguran, dan kebodohan yang semakin lama semakin banyak padahal kalau kita menerapkan apa-apa yang diterapkan para penikir ekonomi muslim, insyalaah kita akan sejahtera dan makmur.AMIN.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
ALLAHU AKBAR………………….
May 27th, 2008 at 10:42 am
ass…
bapak Agus yang terhormat, saya ada pertanyaan terkait dengan hadis Rasulullah SAW yang enggan untuk mengintervensi harga karena menurut beliau masalah harga hanya Allah lah yang mempunyai kewenangan. Jika kita kaitkan dengan konteks saat ini dimana para pemikir ekonomi komtemporer memandang bahwa Islam dalam taraf tertentu harus masuk ke dalam ranah ekonomi, berarti kan pandangan ini hampir sama dengan aliran keynessian. yang menjadi persoalan, apakah keadaan tersebut terjadi karena adanya disparitas (penyimpangan) dari teks hadits atau hadis tersebut harus dipahami secara kontekstual?
May 27th, 2008 at 10:46 am
to the point…
mata uang islam baru ada sejak zaman Ali Bin Abu Thalib (Khalifah ke-3), dimana sebelumnya yakni rentang antara zaman nabi sampai Umar masih menggunakan dinar emas yang didatangkan dari kerajaan Bizantyum dan dirham perak dari kerajaan Sassanian.
pertanyaannya, kenapa di zaman Rasulullah tidak ada mata uang resmi negara yang dicetak oleh negara? dan uang jenis apa yang digunakan oleh Khalifah Ali? sama-sama berbahan dasar emas dan perak atau terbuat dari behan lain?
syukron…
May 28th, 2008 at 12:38 pm
Mengapa kitab2 yang dikarang atau di tulis oleh ibnu taimiyah, al-ghazali atau ekonom2 Muslim lainnya, tidak di terjemahkan ke dalam b. Indonesia?? karena tidak semua masyarakat muslim bisa membaca B. arab apalagi mengartikannya. Mungkin jika kitab2 tsb di terjemahkan ke dalam b. Indonesia, banyak masyarakat yang membaca karena ingin mengetahui penerapan kbjakan2 yg berhasil pd masa tersebut atau ingin mengetahui keberhasilan dan metode berbisnis menurut ekonom2 tsb yg sesuai dg ajaran Islam dan kemudian diterapkan oleh masyarakat di dlm kehidupan sehari2. Mungkin jika kitab2 tsb sdh diterjemahkan, mgkn masih sedikit jumlahnya dan mengapa tidak diperbanyak??? agar masyarakat awam atau masyarakat non muslim bisa membaca utk mengetahui tentang ekonomi Islam. Mungkin jika mereka (masyrkat muslim atau Non muslim) sudah membaca terjemahan kitab2 tsb, kebangkitan ekonomi Islam muncul kembali. Dan mungkin dg adanya terjemahan kitab2 tsb akan muncl kembali ekonom2 muslim yang baru, yang mengembangkan pemikiran2 ekonom yg terdahulu. Dan mudah2an Indonesia bisa menerapkan kebijakan2 tsb, shg keadaan Indonesia lebih makmur dan sejahtera, tdk seperti keadaan sekarang ini.
May 28th, 2008 at 12:39 pm
Mengapa kitab2 yang dikarang atau di tulis oleh ibnu taimiyah, al-ghazali atau ekonom2 Muslim lainnya, tidak di terjemahkan ke dalam b. Indonesia?? karena tidak semua masyarakat muslim bisa membaca B. arab apalagi mengartikannya. Mungkin jika kitab2 tsb di terjemahkan ke dalam b. Indonesia, banyak masyarakat yang membaca karena ingin mengetahui penerapan kbjakan2 yg berhasil pd masa tersebut atau ingin mengetahui keberhasilan dan metode berbisnis menurut ekonom2 tsb yg sesuai dg ajaran Islam dan kemudian diterapkan oleh masyarakat di dlm kehidupan sehari2.Jika kitab2 tsb sdh diterjemahkan, mgkn masih sedikit jumlahnya dan mengapa tidak diperbanyak??? agar masyarakat awam atau masyarakat non muslim bisa membaca utk mengetahui tentang ekonomi Islam. Mungkin jika mereka (masyrkat muslim atau Non muslim) sudah membaca terjemahan kitab2 tsb, kebangkitan ekonomi Islam muncul kembali. Dan mungkin dg adanya terjemahan kitab2 tsb akan muncl kembali ekonom2 muslim yang baru, yang mengembangkan pemikiran2 ekonom yg terdahulu. Dan mudah2an Indonesia bisa menerapkan kebijakan2 tsb, shg keadaan Indonesia lebih makmur dan sejahtera, tdk seperti keadaan sekarang ini.
May 31st, 2008 at 2:39 pm
Ass. maaf bapak, kami kekurangan sumber untuk makalah pemikiran ekonomi zaid bin ali dan ibnu maskawaih, apa bapak punya referensi/ makalah yang bisa di transfer ke email kami?? ke vicky_harun@yahoo.com…terima kasih atas bantuan bapak…
Mhd. zuchri fachrun
Rafiki
Syawaluddin ikhsan
June 3rd, 2008 at 6:45 pm
Asslamu’alaikum.Wr.Wb
Dalam perkembangan sejarah pemikiran ekonmi Islam dewasa ini misalnya pada pemikiran ekonomi dari Al maududy apa pengaruhnya dan aplikasi pada perkembangan sejarah pemikiran ekonomi Islam saat ini? dan juga bagaimana caranya agar pemikran-pemikiran ekonomi Islam dapat diterima pada masyarakat kini? terima kasih atas perhatiannya.
June 9th, 2008 at 8:13 pm
Asslamu’alaikum.Wr.Wb
terjadinya perbedaan pemikiran ekonomi adalah setelah yunani kuno. yang ingin saya tanyakan, apakah sebelum munculnya Islam, masyarakat Arab pra Islam memakai pemikiran ekonomi yang sudah terkenal di Yunani kuno. apabila iya, mengapa Arab pra Islam memakai praktek Ribawi(bunga). yang sangat tidak diperbolehkan oleh plato dan aristoteles? dan sejak kapan Arab memakai sistem ribawi itu?. tapi jika arab tidak menggunakan pemikiran ekonomi dari yunani kuno, apakah arab di waktu itu membuat pemikiran ekonomi tersendiri?
June 13th, 2008 at 7:08 pm
Kisi-kisi soal bagi pengkaji Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam. Anda sebagai dosen atau mahasiswa harus memahami dan menguasai :
1. Pemikiran Ekonomi Ibnu Taymiyah, baik mengenai harga yang adil, mekanisme pasar, regulasi harga dan segala pemikirannya tentang ekonomi dan bagaimana relevansinya dengan konteks kekinian. Karena itu, baca makalah2 tentang pemikiran ekonomi Ibnu Taymiyah.
2. Anda juga harus bisa menguasai pemikiran ekonomi Al-Maqrizi dan relevansinya dengan zaman sekarang dalam mengatasi gejolak inflasi.
3. Selanjutnya, anda sebagai dosen/mahasiswa harus mengusai pemikiran ekonomi Al-Ghazali, baik tentang uang, evolusinya, juga tentang pasar dan evolusinya.
4. Anda juga seharusnya membaca kembali pemikiran ekonomi Ibnu Qudamah dan Asy-Syatibi.
5. Terakhir anda wajib menguasai pemikiran Ekonomi Ibnu Khaldun dan signifikansinya bagi pembangunan ekonomi di zaman modern. Karena itu, anda wajib membaca tulisan saya tentang pemikiran Ekonomi Ibnu Khaldun, khususnya mengenai teori harga dan lain-lain. Jika anda tidak membaca artikel saya di blog ini, maka anda akan merugi.
June 16th, 2008 at 7:27 pm
Kami ucapkan terima kasih banyak Pak atas kisi2 nya. Ini sangat bermanfaat buat kami untuk belajar Pra-UAS SPEI.
Wasslmkm. Wr.Wb.
June 17th, 2008 at 11:24 am
Assalamu’alaikum Wr.Wb
memang kecurangan pihak barat yang dengan mudahnya membodohi manusia di seluruh dunia. Saya pernah belajar dulu, guru saya menerangkan tentang sejarah dunia bahwa manusia awalnya berasal dari kera. seperti ditemukannya fosil pithecantropus E, Homo soloensis, Homo Sapiens, dll. Padahal dalam Islam diterangkan bahwa manusia itu awalnya adalah ya manusia (adam dan hawa).
-saya ingin menanyakan tentang ilmu para pemikir Islam yang dengan mudahnya diambil oleh pemikir barat. Kenapa hal itu bisa terjadi ?
Rini Andriani Tkful 8
(Kelas PS 4/D)
June 17th, 2008 at 11:34 am
Ass. Pa,
menurut saya kurang dikenalnya ilmu para pemikir Islam karena kurangnya sosialisasi di sekolah-sekolah mulai dari tingkat dasar sampai tingkat atas. pengetahuan pemikir Islam hanya di berikan pada sekolah yang berlabel agama iSlam, oleh sebab itu pemikir barat dapat dengan mudahnya mengakui hak cipta pemikir Islam. Pa, di negara mana saja yang masih memegang kuat ilmu para pemikir Islam, dan apakah mereka mengaplikasikannya ke dalam pemerintahan negara mereka ?
Neneng Sumiyati TKF Smtr 8
(Kelas PS 4/D)
June 17th, 2008 at 12:00 pm
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Saya pernah belajar dulu tentang sejarah pemikiran ekonomi Barat. Guru saya menjelaskan tentang ilmu tersebut bahwa awalnya manusia itu adalah kera yang berevolusi seperti ditemukannya fosil pithecantropus Erectus, Homo Sapiens, Homo Soloensis, dll. Padahal dalam ajaran Islam dijelaskan bahwa manusia itu awalnya adalah manusia yaitu adam dan hawa.
- Kenapa para pemikir ekonomi barat dapat dengan mudah merebut ilmu milik para pemikir Islam.
Rini Andriani Takaful 8
(Kelas PS 4D)
June 17th, 2008 at 5:18 pm
Assalamu’alaikum Wr. Wb
sejarah pemikiran ekonomi dunia mengalami beberapa kejanggalan dengan ada ya the great gap dengan tidak di masukkan nya pemikir ekonomi islam dalam pembahasan buku ekonomi para pemikir barat dalam hal ini telah berkembanggnya kembali semangat untuk mengkaji kembali masa kejayaan islam terutama dalam bidang ekoomi islam melalui ilmu SPEI yang kita pelajari bersama bapak agustianto
105046201717
PS IV D UIN
June 19th, 2008 at 11:43 am
assalamu’alaikum ustadz….saya mau nanya nih apakah negara qta bisa terlepas dari pengaruh barat dan juga amerika….dan bagaimana seharusnya tindakan pemerintah terhadap ajakan amerika yang berkedok LSM maupun berkedok para peneliti yang sebenernya mereka ingin menghancurkan Islam dari dalam dan lebih-lebih lagi exploitasi pada kekayaan Indonesia…..hiduplah Indonesia Raya Allahu Akbar Islam bersatu Indonesia maju Amieeen…
June 19th, 2008 at 8:46 pm
maaf sebelumnya pak, saya hanya ingin membagi pengetahuan saya yang sedikit tentang Muhammad Bagir Al Sadr (1935 – 1980 M)
Muhammad Baqir Al Sadr As Sahid dilahirkan di Kadimiyeh, Bagdad pada tanggal 25 Dzulqaidah 1353 H/ 1 maret 1935 M. beliau berasal dari keluarga shi’ite dan menjadi salah seorang pemikir terkemuka yang melambangkan kebangkitan intelektual di Najaf antara tahun 1950–1980. Kebangkitan ini sangat berpengaruh dalam aspek politik di kawasan Najaf dan Timur Tengah pada umumnya. Peristiwa pengeksekusian Sadr bersama saudara perempuannya yang bernama Bint Al Huda, sekitar tanggal 8 April 1980, merupakan titik puncak tantangan islam di Iraq. Dengan meninggalnya Sadr, Irak kehilangan aktivis Islam yang paling penting.
Buku Falsafatuna dan Iqtishaduna telah mencuatkan nama Muhammad Baqir al-Sadr sebagai teoritis kebangkitan islam terkemuka. Berkaitan dengan ekonomi, Baqir al-Sadr telah membuat konsep ekonomi melalui bukunya yang fenomenal ; Iqtishaduna (Ekonomi Kita) yang kemudian menjadi mazhab tersendiri. Menurut Baqir al-Sadr, ekonomi islam adalah mazhab bukan ilmu. Beliau beranggapan demikian karena melihat adanya perbedaan antara mazhab dengan ilmu. Dimana ilmu ekonomi dan mazhab ekonomi berbeda dalam tujuan. Tugas ilmu ekonomi adalah untuk menemukan fenomena eksternal kehidupan ekonomi. Sedangkan tugas mazhab ekonomi menyusun suatu sistem berdasarkan keadilan sosial yang sanggup mengatur kehidupan ekonomi umat manusia. Ilmu mencakup realitas lahiriah dan mazhab membawa keadilan sosial ke dalamnya.
Secara lebih detail beberapa pandangan ekonomi al Sadr dapat dilihat berikut ini ;
1. Hubungan Milik
Sadr memandang sistem ekonomi islam memiliki format kepemilikan bersama yg berbeda. Menurutnya format kepemilikan tersebut ada dua, yaitu kepemilikan pribadi dan kepemilikan perusahaan secara bersama(kepemilikan publik dan kepemilikan negara). Perbedaan antara kepemilikan publik dengan kepemilikan negara adalah dari sisi penggunaan properti tersebut. Hal yang menarik untuk dicatat bahwasanya Naqvi dan Teleghani menekankannya kepemilikan kolektif dan kepemilikan publik berturut-turut, Sadr hampir menyadarkan seluruh kepercayaannya pada kepemilikan negara, karenanya ia menempatkan otoritas yang lebih besar kepada kekuasaan negara.
2. Peran Negara Dalam Pengalokasian Sumber Daya Dan Kesejahteraan Publik
Diantara fungsi negara menurut Baqir Al Sadr ;
• Distribusi sumber alam kepada individu yang berdasarkan pada keinginan dan kepastian untuk bekerja
• Pelaksanaan yang tepat sesuai dengan undang-undang yang sah pada penggunaan sumber daya
• Memastikan keseimbangan sosial
Sebuah negara harus menyediakan standarisasi hidup untuk keseluruhan rakyat. Juga negara dipercayai untuk memberikan jaminan keamanan sosial yang dapat dicapai melaluipersaudaraan di antara anggota masyarakat dan melalui kebijakan pembelanjaan publik. Pada akhirnya, sebuah kekuasaan negara dipercaya untuk menciptakan kedinamisan yang sesuai dengan situasi zaman yang ada.
3. Larangan Terhadap Riba Dan Pelaksanaan Zakat
Sadr tidak banyak mendiskusikan tentang riba. Dalam penafsirannya mengenai riba , Sadr terbatas pada uang modal saja. Sedangkan mengenai pelaksaan zakat, Sadr memandang hal ini merupakan tugas sebuah negara. Salah satu poin menarik adalah fokus eksklusif kepada kaum miskin. Target Sadr adalah terciptanya keseimbangan sosial dengan tidak mengarah pada keseimbangan standar hidup antara si miskin dan si kaya.
Dalam pemikiran ekonominya, Sadr memisahkan produksi dan distribusi. Tetapi ia tetap melihat hubungan antara produksi dan distribusi sebagai pusat di dalam perekonomian.
4. Pandangan Terhadap Kapitalisme Demokrat
Menurut Sadr, sistem kapitalisme demokrat bertanggung jawab atas semua bentuk kedzaliman dalam kehidupan ekonomi masyarakat sekarang. Sistem ini melahirkan pemerintahan yang dzalim dan sekaligus mencampakkan dogma gereja. Dalam sistem kapitalisme demokrat, individu adalah suatu fondasi yang nyata. Sistem ini membela sepenuhnya individu dan mempercayai bahwa kepentingan semua orang akan terjamin apabila kepentingan pribadi para individu dalam berbagai bidang diperhatikan.
Jelas bahwa kapitalisme adalah suatu sistem ultra materialisme yang hanya mementingkan materi belaka dan mengasingkan manusia dari rohani dan agama.akibat buruk dari sistem absurd ini mengakibatkan malapetaka besar bagi manusia yang tidak terhitung jumlahnya. Diantaranya adalah berkuasanya kaum mayoritas atau kaum minoritas yang kepentingan-kepentingannya dikuasai oleh kaum mayoritas.
5. Kritik Sadr Terhadap Kapitalisme Sosialisme
Sistem kebijakan ekonomi komunismen didasarkan pada tiga prinsip yaitu ; (pertama) komunisme hendak menghapus semua kepentingan pribadi ternasuk perdagangan dan industri,(kedua) semua hasil produksi dibagikan sesuai dengan kebutuhan para individu, menurut kaidah dari masing-masing sesuai dengan kesanggupannya,(ketiga) untuk menghindari timbulnya permasalahan dan kesulitan yang khas bagi kemerdekaan yang tak terbatas dari sistem kapitalis, pemerintah harus mempersiapkan rencana ekonomi untuk produksi dan distribusi.
Prinsip diatas ternyata tidak dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat oleh para pemimpin negara yang sempat berkuasa. Oleh sebab itu, komunis menganggap sangat penting untuk melakukan sosialisme terlebih dahulu dan secara berangsur-angsur mendidik rakyat nerintis jalan bagi penerapan komunisme.
jika ada kekurangan mohon dikoreksi
June 19th, 2008 at 9:04 pm
Kisi-kisi soal bagi pengkaji Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam. Anda sebagai dosen atau mahasiswa harus memahami dan menguasai :
1. Pemikiran Ekonomi Ibnu Taymiyah, baik mengenai harga yang adil, mekanisme pasar, regulasi harga dan segala pemikirannya tentang ekonomi dan bagaimana relevansinya dengan konteks kekinian. Karena itu, baca makalah2 tentang pemikiran ekonomi Ibnu Taymiyah.
2. Anda juga harus bisa menguasai pemikiran ekonomi Al-Maqrizi dan relevansinya dengan zaman sekarang dalam mengatasi gejolak inflasi.
3. Selanjutnya, anda sebagai dosen/mahasiswa harus mengusai pemikiran ekonomi Al-Ghazali, baik tentang uang, evolusinya, juga tentang pasar dan evolusinya.
4. Anda juga seharusnya membaca kembali pemikiran ekonomi Ibnu Qudamah dan Asy-Syatibi.
5. Terakhir anda wajib menguasai pemikiran Ekonomi Ibnu Khaldun dan signifikansinya bagi pembangunan ekonomi di zaman modern. Karena itu, anda wajib membaca tulisan saya tentang pemikiran Ekonomi Ibnu Khaldun, khususnya mengenai teori harga dan lain-lain. Jika anda tidak membaca artikel saya di blog ini, maka anda akan merugi.
Sekian
June 19th, 2008 at 10:48 pm
Assalamualaikum.wr. wb
Bapak Agustianto yth.
Dalam berbagai makalah yang di presentasikan oleh mahasiswa kls PS 4D pada semester genap ini saya menemukan ada sesuatu yang masih mengganjal dalam hati saya yaitu tentang teori maqhasidu syariah,dalam makalah SPEI Imam ghozali menyinggung tentang maqasidu syariah, di lain makalh SPEi asy-Syatibi juga menyinggung tentang maqasidu syariah..maka yang ingin saya tanyakan
1).siapakah sebenarnya yang terlebih dahulu mengungkapkan tentang teori maqasidu syariah?
2). apakah maqasidu syariah sendiri itu pernah di jelaskan oleh Rasulullah?
3). saya pernah membaca fiqh Umar bahwa dalam mekanisme pasar pemerintah boleh mengatur harga komoditas jika harga dalam pasar itu telah melewati batas harga yang telah diketahui oleh umum, jadi menurut pandangan saya pemikiran Ibnu taimiyah sedikit bertentangan dengan pemikiran Umar tentang mekanisme pasar, apakah benar begitu?saya ingin penjelasannya?
terima kasih.wasalam
Rahmat Pamungkas/UIN JAkarta/PS 4D/reguler
June 19th, 2008 at 11:30 pm
Ass….ustadz…
ane mau nanya,,sekarang kan marak banget orang yang menderita akibat naiknya BBM,jadi pemikiran ulama’siapa si yang tepat diterapkan dinegara kita sekarang biar bisa menekan angka kemiskinan?kalau kita masih berkkiblat kepemikiran barat,sampai kapan kita harus jadi negara miskin????
thanks……..
June 19th, 2008 at 11:39 pm
Assalamualaikum
pak Agustianto, saya ingin bertanya..seperti kta ketahui sekarang sedang maraknya orang yang menderita karena krisis ekonomi yang berkepanjangan disebabkan oleh dampak resesi ekonomi AS..untuk menyelesaikan masalah ini pemikiran dari ekonom Muslim siapa yang paling tepat untuk diterapkan di negara kita sekarang sehingga masalah ekonomi yang berkepanjangan ini dapat terselesaikan dengan baik?
Rizal Efendi/UIN jakarta/Ps 4D/Reguler
June 20th, 2008 at 10:35 am
Assalamu’alaikum Wr.Wb
pak saya ingin bertanya, menurut bapak apakah kebijakan fiskal dan moneter islam bisa diterapkan pada masa sekarang ini?
Wasslmkm. Wr.Wb
June 24th, 2008 at 5:48 pm
Sdr.Rahmat pamungkas,
konsep Maqashid syariah, sebelum alghazali, yakni Imam Al-Juwaini sudah lahir. Nabi belum menjelaskan term maqashid tapi telah mempraktekkannya.Demian pula para sahabat.Ntar saya sudah menyiapkan tulisan tentang sejarah maqashid syariah. KOnsep maqashid disempurnakan secara baik, logis, ilmiah dan sistimatis oleh Asy-Syatibi.
June 24th, 2008 at 7:51 pm
Assalamu’alaikum wr.wb
pak Agus…..
saya ingin bertanya:
bagaimana kita menemukan kembali jejak-jejak kebenaran tentang sejarah fase dan periodisasi munculnya konsep ekonomi Islam secara teoritis dalam bentuk rumusan yang diaplikasikan sebagai pedoman yang berujung prinsip syariat Islam?
WASSALAMU’ALAIKUM WR.WB
Rokibah TKFUL 8
KELAS (PS4D)
June 24th, 2008 at 8:55 pm
Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
to the poin.. Dalam Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam, pemikiran Ibn Kholdun tentang keuangan publik beliau mengatakan bahwa :
1. alasan satu-satunya mempercepat pembangunan yaitu pemerintah dekat dengan rakyatnya dan memsubsidi mereka.
2. penurunan dalam penghasilan pajak disebabkan juga oleh penurunan belanja pemerintah.
jadi yang ingin saya utarakan pada dua point penjelasan yang telah disebutkan oleh Ibn Khaldun yaitu, apakah bisa direalisasikan/diaplikasikan pada negara Indonesia dalam artian konkrit ataupun secara perlahan-lahan, dengan melihat secara nyata negara Indonesia ini dari tahun ke tahun tidak terlihat secara kasat mata perubahan yang pastinya lebih makmur dan lebih adil baik untuk pemerintah maupun rakyatnya??!
Terima kasih, wassalamu’alaikum Wr. Wb..
July 8th, 2008 at 12:48 pm
Assalamu’alaikum
1. Apakah pamikiran al-maqrizi tentang inflasi?
2. Menurut anda buku-buku apa saja yang ditulis oleh Maqrizi ttg ini?
July 9th, 2008 at 1:33 am
Assalamualaikum
Salam kenal bapak
Saya minta info tentang Muhammad Bakr As-sadr
trimakasih jika bapak berkenan
saya tertarik pada pengetahuan ttg Ekonomi Syari’ah
Saya mohon saran supaya dapat menjadi ekonom syari’ah
yang bertalenta.hingga nantinya dapat membangkitkan perekonomian indonesia tercinta ini
August 8th, 2008 at 9:09 am
Assalamu’alaikum
ustadz saya tertarik untuk mendalami ttg ekonomi syariah, karena bagaimanapun juga ekonimi syariah dibangun berdasarkan nilai-nilai ajaran islam sebagai bagian dari iman dan keyakinan umat muslim…
ustadz, bagaimana mengembangkan serta menerapkan ekonomi syariah khususnya di Indonesia?sedangkan kita tahu bahwa sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia sekarang adalah sistem kapitalis sekuler..dan mungkinkah ekonomi syariah dapat diterapkan di Indonesia secara keseluruhan?syukron..
August 23rd, 2008 at 8:53 pm
boleh saye minta esei kegemilangan malaysia pada zaman dahulu sinala skrn..??^^
September 2nd, 2008 at 11:38 pm
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Salam kenal bapak
saya ingin menanyakan kepada anda, bagaimana pendapat anda tentang:
1.itho
2.ihyaul mawat
3.muzaroah
4.musaqoh
5.acshulu
6.qodho
yang berkaitan dengan sengketa tanah transmigrasi….
atas perhatiannya saya ucapkan banyak-banyak terima kasih.
semoga ilmu ini dapat berguna bagi Agama, negara dan yang penting untuk masyarakat Indonesia yang tercinta.
amin……
Wasslmkm. Wr.Wb.
October 23rd, 2008 at 2:40 pm
Assalamu’alaikum Wr.Wb
pak,,saya sangat tertarik sekali membahas tentang ekonomi Syariah Islam!
itu sebabnya saya masuk IAIN fakultas Syariah jurusan Ekonomi Islam!
Tetapi ada hal-hal yang ingin saya tanyakan kepada bapak!
1.Dimana letak perbedaan sistem pengkreditan antar bank syariah dan bank konvensional?
Dan mana diantara keduanya yang paling banyak mengambil keuntungan?
2.bagaimana pula dengan hukum kredit Motor?
Apakah didalamnya terdapat Riba atau tidak?
Menurut sepengetahuan saya dari seorang ustadz,,bahwa dalam pengkreditan kereta terdapat Riba!!
Atas perhatian bapak saya ucapkan terimakasi!!!
February 12th, 2009 at 3:26 pm
assalamualaikum wr.wb
pak saya mau tanya,,, tentang pemikiran ekonom sebelum islam bagaimana sejarahnya???
terima kasih atas jawaban bapak…
salam
rahmi annisa
February 12th, 2009 at 11:46 pm
Yth. Sdr Rahmi, Bacalah buku Ekonomi Zaman berzaman. Di buku itu ada sejarah ekonomi sejak Nabi Adam As, dst.Buku itu tulisan seorang Dokter yang konsern kepada Ekonomi Islam, asal Medan
April 4th, 2009 at 11:09 am
Assalammu’alaikum wr. wb.
Bapak saya mau tanya bagaimana realisasi penggunaan dinar dan dirham pada saat ini. trim’s
wassalam
Dinda
May 6th, 2009 at 11:11 am
asslamu’alaikum wr.wb.
saat ini segala aspek kehidupan umat muslim berada dalam genggaman otoritas yahudi termasuk dalam perekonomian.menurut bapak,bagaimana solusi bagi umat islam?
syukran,jazakallah.
May 15th, 2009 at 10:23 am
Aslm. Bagaimana kabarnya Pak? Pak boleh saya minta penjelasan menurut bapak tentang pemikiran monzer kahf? Atas perhatiannya terimakasih Pak. Wslm
May 27th, 2009 at 8:16 pm
asslam..
subhanallah bagus….syukran informasinya
September 29th, 2009 at 3:06 pm
bagai mana kita bisa menerapkan kembali pola ekonomi syariah , sementara penarapan hukum syariah tidak dijalankan . andai ekonomi syariah bisa berjalan saya yakin ekonomi kita akan semakin baik dimasa yang akan datang.salam…
October 8th, 2009 at 8:01 pm
assalamualaikum wr.wb
pak saya ingin mengetahui apakah persamaan dan perbedaan dari ketiga madhab Mazhab Baqir As-Sadr,Mazhab Mainstream,Mazhab Alternatif-Kritis pemikiran ekonomiislam kotemporer itu…?
Wasslmkm. Wr.Wb.
puji hartatin
December 21st, 2009 at 11:55 am
assalamualaikum,wr.wb
salam ekonomi islam
izinkan saya untuk meminta pendapat bapak berkenaan tentang proposal skripsi saya. saya mahsw smester akhir di FAI UHAMKA ada keinginan untuk membuat skripsi dengan study kepustakaan mengangkat tema pemikiran ekonomi islam dari karya muhammad baqir al sadr?kritik dan sarannya sya ucapkan terimakasih
January 12th, 2010 at 9:56 pm
assalamualaikum,wr.wb
Pak Cik, maaf sebelum nya, ana dari indonesia. salam kenal
Oya Pak Cik, ada tesis or contoh tesis tentang Pemikiran Islam dan bukan bukan dari sedut ekonomi,
jazakallah khoir sebelum nya n syukron katsiro
kalo bisa di kirim ke : hardimman@gmail.com
February 3rd, 2010 at 7:27 pm
Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
pak saya ingin bertanya…
1. Pemikiran Ibnu Taymiyah tentang ekonomi Islam?
2. kontribusi Pemikiran ibnu Taymiyah mengenai ekonomi?
3. harga yang adil menurut ibnu taymiyah?
4. Pengertian, gagasan dan fungsi al-hisbah menurut ibnu taymiyah ?
February 5th, 2010 at 9:12 pm
Assalamu’alaikum. wr. wb.
Pak saya ingi menanyakan tentang
1. pemikiran Ibnu Taymiyyah tentang Ekonomi Islam
2. harga yang adil menurut Ibnu Taymiyyah
3. pengertian, gagasan dan fungsi al-Hisbah menurutIbnu Taymiyyah
tolong balas ke email saya. terimakasih
wassalamu’alaikum
February 6th, 2010 at 10:23 am
Ismail Solihin dan Siti Maysarah, Pertanyaan itu mah gampang. Banyak buku-buku ttg itu. Jawabanya panjang sekali, Tidak mungkin saya jawab di sini. Baca buku Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam, Adiwarman Karim, Buku Ekonomi islam Mikronya, Juga buku Sejarah Pemikiran Ekonomi islam Ikhwan Abidin, Pak KLarnaen, Euis Amalia, dan banyak sekali buku-buku yang menjelaskan ttg itu, malah ada disertasi pemikiran ekonomi Isalam Ibnu Taymiyah, cari di pustaka UIN. Saya dah copy 2 bahasa. Penulisnya dari INggreris. Anda mahsiswa kesehariannya harus di pustaka di sering jalan2 ke toko buku