Book

Agustianto-Books

Blog Network Niriah

Telaah Terhadap Akar Krisis Keuangan Global - Dekonstruksi Kapitalisme dan Rekonstruksi Ekonomi Syariah (Bagian 2)

Bencana keuangan tengah melanda negara super power Amerika Serikat. Beberapa bank raksasa kelas dunia yang telah menggurita ke berbagai penjuru dunia rontok. Dimulai dari bangkrutnya bank raksasa Lehman Brothers dan perusahaan finansial raksasa Bear Stearns. Beberapa saat sebelumnya, pemerintah Amerika terpaksa mengambil alih perusahaan mortgage terbesar di Amerika; Freddie Mac dan Fannie Mae Sementara Merrill Lynch mengalami kondisi tak jauh beda hingga harus diakuisisi oleh Bank of America. Terakhir perusahaan asuransi terbesar AIG (American International Group) menunjukkan gejala kritis yang sama.

Untuk mengatasi badai krisis yang hebat itu dan menyelamatkan bank-bank raksasa yang terpuruk, pemerintah Amerika Serikat terpaksa melakukan bailout sebesar 700 milyar dolar sampai 1 triliun US dolar. Intervensi negara Amerika terhadap sektor keuangan di negeri Paman Sam itu merupakan kebijakan yang bertentangan dengan faham pasar bebas (kapitalisme) yang dianut Amerika Serikat. Nyatanya dana suntikan yang mirip dengan BLBI itu toh, tak signifikan membendung terpaan badai krisis yang demikian besar. Kebijakan bailout ini, tidak saja dilakukan pemerintah Amerika, tetapi juga bank sentral Eropa dan Asia turun tangan menyuntikkan dana untuk mendorong likuiditas perekonomian, sehingga diharapkan dapat mencegah efek domino dari ambruknya bank-bank investasi kelas dunia tersebut.

Beberapa saat setelah informasi kebangkrutan Lehman Brothers, pasar keuangan dunia mengalami terjun bebas di tingkat terendah. Beberapa bank besar yang collaps dan runtuhnya berbagai bank investasi lainnya di Amerika Serikat segera memicu gelombang kepanikan di berbagai pusat keuangan seluruh dunia.

Pasar modal di Amerika Serikat, Eropa dan Asia segera mengalami panic selling yang mengakibatkan jatuhnya indeks harga saham pada setiap pasar modal. Bursa saham di mana-mana terjun bebas ke jurang yang dalam. Pasar modal London mencatat rekor kejatuhan terburuk dalam sehari yang mencapai penurunan 8%. Sedangkan Jerman dan Prancis masing-masing ditampar dengan kejatuhan pasar modal sebesar 7% dan 9%. Pasar modal emerging market seperti Rusia, Argentina dan Brazil juga mengalami keterpurukan yang sangat buruk yaitu 15%, 11% dan 15%.

Sejak awal 2008, bursa saham China anjlok 57%, India 52%, Indonesia 41% (sebelum kegiatannya dihentikan untuk sementara), dan zona Eropa 37%. Sementara pasar surat utang terpuruk, mata uang negara berkembang melemah dan harga komoditas anjlok, apalagi setelah para spekulator komoditas minyak menilai bahwa resesi ekonomi akan mengurangi konsumsi energi dunia.

Di AS, bursa saham Wall Street terus melorot. Dow Jones sebagai episentrum pasar modal dunia jatuh. Angka indeks Dow Jones menunjukkan angka terburuknya dalam empat tahun terakhir yaitu berada di bawah angka 10.000.

Dalam rangka ,mengantispasi krisis keuangan tersebut, tujuh bank sentral (termasuk US Federal Reserve, European Central Bank, Bank of England dan Bank of Canada) memangkas suku bunganya 0,5%. Ini merupakan yang pertama kalinya kebijakan suku bunga bank sentral dilakukan secara bersamaan dalam skala yang besar

Berdasarkan fakta dan reliata yang terjadi saat ini, jelas sekali bahwa drama krisis keuangan memasuki tingkat keterpurukan yang amat dalam,dank arena itu dapat dikatakan bahwa krisis financial Amerika saat ini, jauh lebih parah dari pada krisis Asia di tahun 1997-1998 yang lalu. Dampak krisis saat ini demikian terasa mengenaskan keuangan global. Lagi pula, sewaktu krismon Asia, setidaknya ada ’surga aman’ atau ’safe heaven’ bagi para investor global, yaitu di Amerika Serikat, Eropa dan Jepang, tetapi kini, semua pasar modal rontok. Semua investor panic.

Karena itu, seluruh pengamat ekonomi dunia sepakat bahwa Guncangan ekonomi akibat badai keuangan yang melanda Amerika merupakan guncangan yang terparah setelah Great Depresion pada tahun 1930. Bahkan IMF menilai guncangan sektor finansial kali ini merupakan yang terparah sejak era 1930-an. Hal itu diperkirakan akan menggerus pertumbuhan ekonomi dunia melambat menjadi 3% pada tahun 2009, atau 0,9% poin lebih rendah dari proyeksi World Economic Outlook pada Juli 2009.

Dari paparan di atas, terlihat dengan nyata, bahwa sistem ekonomi kapitalisme yang menganut laize faire dan berbasis riba kembali tergugat. Faham neoliberalisme tidak bisa dipertahankan. Pemikiran Ibnu Taymiyah dan Ibnu Khaldun adalah suatu ijtihad yang benar dan adil untuk mewujudkan kemaslahatan ekonomi masyarakat.

Dengan demikian sangat keliru apa yang dilakukan Fukuyama yang mendeklarasikan kemenangan kapitalisme liberal sebagai representasi akhir zaman ” The end of history ” (Magazine National Interest ,1989). Tesis Fukuyama sudah usang dan nasakh (tidak berlaku), karena sistem ekonomi kapitalisme telah gagal menciptakan tata ekonomi yang berkeadilan dan stabil.

Sebenarnya, sejak awal tahun 1940-an, para ahli ekonomi Barat, telah menyadari indikasi kegagalan tersebut. Adalah Joseph Schumpeter dengan bukunya Capitalism, Socialism and Democracy menyebutkan bahwa teori ekonomi modern telah memasuki masa-masa krisis. Pandangan yang sama dikemukakan juga oleh ekonom generasi 1950-an dan 60-an, seperti Daniel Bell dan Irving Kristol dalam buku The Crisis in Economic Theory. Demikian pula Gunnar Myrdal dalam buku Institusional Economics, Journal of Economic Issues, juga Hla Mynt, dalam buku Economic Theory and the Underdeveloped Countries serta Mahbubul Haq dalam buku The Poverty Curtain : Choices for the Third World.

Pandangan miring kepada kapitalisme tersebut semakin keras pada era 1990-an di mana berbagai ahli ekonomi Barat generasi dekade ini dan para ahli ekonomi Islam pada generasi yang sama menyatakan secara tegas bahwa teori ekonomi telah mati, di antaranya yang paling menonjol adalah Paul Ormerod. Dia menulis buku (1994) berjudul The Death of Economics (Matinya Ilmu Ekonomi). Dalam buku ini ia menyatakan bahwa dunia saat ini dilanda suatu kecemasan yang maha dahsyat dengan kurang dapat beroperasinya sistem ekonomi yang memiliki ketahanan untuk menghadapi setiap gejolak ekonomi maupun moneter. Indikasi yang dapat disebutkan di sini adalah pada akhir abad 19 dunia mengalami krisis dengan jumlah tingkat pengangguran yang tidak hanya terjadi di belahan diunia negara-negara berkembang akan tetapi juga melanda negara-negara maju.

Selanjutnya Omerrod menandaskan bahwa ahli ekonomi terjebak pada ideologi kapitalisme yang mekanistik yang ternyata tidak memiliki kekuatan dalam membantu dan mengatasi resesi ekonomi yang melanda dunia. Mekanisme pasar yang merupakan bentuk dari sistem yang diterapkan kapitalis cenderung pada pemusatan kekayaan pada kelompok orang tertentu.

Karena itu, kini telah mencul gelombang kesadaran untuk menemukan dan menggunakan sistem ekonomi “baru” yang membawa implikasi keadilan, pemerataan, kemakmuran secara komprehensif serta pencapaian tujuan-tujuan efisiensi. Konsep ekonomi baru tersebut dipandang sangat mendesak diwujudkan. Konstruksi ekonomi tersebut dilakukan dengan analisis objektif terhadap keseluruhan format ekonomi kontemporer dengan pandangan yang jernih dan pendekatan yang segar dan komprehensif.

Di bawah dominasi kapitalisme, kerusakan ekonomi terjadi di mana-mana. Dalam beberapa tahun terakhir ini, perekonomian dunia tengah memasuki suatu fase yang sangat tidak stabil dan masa depan yang sama sekali tidak menentu. Setelah mengalami masa sulit karena tingginya tingkat inflasi, ekonomi dunia kembali mengalami resesi yang mendalam, tingkat pengangguran yang parah, ditambah tingginya tingkat suku bunga riil serta fluktuasi nilai tukar yang tidak sehat.

Dampaknya tentu saja kehancuran sendi-sendi perekonomian negara-negara berkembang, proyek-proyek raksasa terpaksa mengalami penjadwalan ulang, ratusan pengusaha gulung tikar, harga-harga barang dan jasa termasuk barang-barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan tak terkendali.

Krisis tersebut semakin memprihatinkan karena adanya kemiskinan ekstrim di banyak negara, berbagai bentuk ketidakadilan sosio-ekonomi, besarnya defisit neraca pembayaran, dan ketidakmampuan beberapa negara berkembang untuk membayar kembali hutang mereka. Henry Kissinger mengatakan, kebanyakan ekonom sepakat dengan pandangan yang mengatakan bahwa “Tidak satupun diantara teori atau konsep ekonomi sebelum ini yang tampak mampu menjelaskan krisis ekonomi dunia tersebut” (News Week, “Saving the World Economy”).

Melihat fenomena-fenomena yang tragis tersebut, maka tidak mengherankan apabila sejumlah pakar ekonomi terkemuka, mengkritik dan mencemaskan kemampuan ekonomi kapitalisme dalam mewujudkan kemakmuran ekonomi di muka bumi ini. Bahkan cukup banyak klaim yang menyebutkan bahwa kapitalisme telah gagal sebagai sistem dan model ekonomi.

Kehadiran konsep ekonomi baru tersebut, bukanlah gagasan awam, tetapi mendapat dukungan dari ekonom terkemuka di dunia yang mendapat hadiah Nobel 1999, yaitu Joseph E.Stiglitz. Dia dan Bruce Greenwald menulis buku “Toward a New Paradigm in Monetary Economics”. Mereka menawarkan paradigma baru dalam ekonomi moneter. Dalam buku tersebut mereka mengkritik teori ekonomi kapitalis (konvensional) dengan mengemukakan pendekatan moneter baru yang entah disadari atau tidak, merupakan sudut pandang ekonomi Islam di bidang moneter, seperti peranan uang, bunga, dan kredit perbankan (kaitan sektor riil dan moneter).

Rekonstruksi Ekonomi Syariah Sebuah Keharusan

Oleh karena kapitalisme telah gagal mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan, maka menjadi keniscayaan bagi umat manusia zaman sekarang untuk mendekonstruksi ekonomi kapitalisme dan merekonstruksi ekonomi berkeadilan dan berketuhanan yang disebut dengan ekonomi syariah. Dekonstruksi artinya meruntuhkan paradigma, sistem dan konstruksi materialisme kapitalisme, lalu menggantinya dengan sistem dan paradigma syari’ah. Capaian-capaian positif di bidang sains dan teknologi tetap ada yang bisa kita manfaatkan, Artinya puing-puing keruntuhan tersebut ada yang bisa digunakan, seperti alat-alat analisis matamatis dan ekonometrik,.dsb. Sedangkan nilai-nilai negatif, paradigma konsep dan teori yang destrutktif, filosofi materalisme, pengabaian moral dan banyak lagi konsep kapitalisme di bidang moneter dan ekonomi pembangunan yang harus didekonstruksi. Karena tanpa upaya dekonstruksi, krisis demi krisis pasti terus terjadi, ketidakadilan ekonomi di dunia akan semakin merajalela, kesenjangan ekonomi makin menganga, kezaliman melalui sistem riba dan mata uang kertas semakin hegemonis.

Sekarang tergantung kepada para akademisi dan praktisi ekonomi syari’ah untuk menyuguhkan konstruksi ekonomi syariah yang benar-benar adil, maslahah, dan dapat mewujudkan kesejahteraan umat manusia, tanpa krisis finansial, (stabilitas ekonomi), tapa penindasan, kezaliman dan penghisapan, baik antar individu dan perusahaan, negara terhadap perusahaan, maupun negara kaya terhadap negara miskin.

Penulis adalah Sekjen DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dan Dosen Ekonomi Syariah Pascasarjana PSTTI UI, Islamic Economics and Finance Universitas TRISAKTI dan Pascasarjana Manajemen Perbankan dan Keuangan Islam Univertsiyatas Paramadina, dan Pascasarjana Ekonomi dan Perbankan Islam Univ. Islam Az-Zahro. Email: agusmingka66@yahoo.com, agustianto_syariah@yahoo.com dan agustianto2030@gmail.com

Post DIPOSTING OLEH Agustianto | October 13, 2008

31 Responses to “Telaah Terhadap Akar Krisis Keuangan Global - Dekonstruksi Kapitalisme dan Rekonstruksi Ekonomi Syariah (Bagian 2)”

  1. assalamualaikum.wr.wb wah tulisan yang bagus euy..menambah wawasan…klo tulisannya dipake buat rujukan siaran radio boleh tidak pak dikampus saya.
    terima kasih

  2. Yth.Fahmi, Salam alaikum.
    Boleh, silakan. agar umat dan manusia lainnya tersadarkan untuk kembali kepada jalan yang benar.

  3. A.Buchory Muslim Says:

    Mumtaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaz, jazaakumullaah Ustadz tulian san ini harus disebarkan dan kalau perlu dikirim khusus pada pengambil kebijakan di negri ini, SAATNYA SYARI’AH BANGKIT ! ALLAAHU AKBAR ! A Buchory Muslim / MEI Azzahra

  4. Assalamu’alaikum, Kepada Bapak A.Bukhary Muslim di pascasarjana UI Az-Zahra. Ya Insya Allah akan kita sebarkan dan dakwahkan kepada para petinggi negeri ini dan dunia, baik melalui tulisan, seminar maupun audiensi dan dialog langsung. Para ustaz dan ulama juga harus berperan untuk menyampaikan materi ini kepada jamaah yang seringkali di dalam jamaah tersebut terdapat para pembuat kebijakan (eksekuitif & legislatif) dan ekonom. Jazakallah.

  5. Rachmat fawzi Says:

    Shahih..Memang sdh saatnya sistem ekonomi islam itu menjadi pilihan utama!

  6. Syukran Jazila,Ekonomi Islam membutuhkan formulasi konkrit untuk menjawab tantangan pembangunan ekonomi, baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

  7. muslim efendy (PS VII A) Says:

    assalamu’alaikum…
    menanggapi mata uang kertas yang semakin hegemoni pada saat ini. Apa ada upaya dari pemerintah dengan cara mengganti uang kertas yang berlaku sekarang dengan dirham…? karena, tidak menutup kemungkinan selama kita masih menggunakan uang kertas nilai uang tersebut dari tahun ketahun bahkan perbulannya akan mengalami kenaikan secara terus-menerus,dan hal tersebut akan menyebabkan krisis ekonomi yabg berkepanjangan. sedangkan dirham kalau nilainya sekarang 1 dirham itu 11.000 walaupun bebrapa tahun kemudian bahkan berpuluh2 tahun nilai uang tersebut tetap kan 11.000. dan hal tersebut menurut saya akan menciptakan ekonomi yang kondusif.

  8. Subhanallah…
    Permasalahan yang ada sekarang ternyata sudah dijawab oleh cendikiawan muslim Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Khaldun.
    Dengan adanya intervensi pemerintah Amerika terhadap perekonomian dengan cara mengucurkan dana yang mirip BLBI lah, itu sudah membuktikan bahwa ekonomi Kapitalis yang tadinya sangat diagung-agungkan ternyata tak mampu bertahan.
    Kini saatnya umat Islam bangkit, dan kita rubah sistem perekonomian kita, jangan lagi kita tergantung pada kapitalis atau apapun itu namanya, Ekonomi Syariah harus bangkit.

  9. Muslim efendy (PS VII A) Says:

    Assalamu’alaikum.wr.wb…..
    innalillah…krisis ekonomi kembali melanda negara kita bahkan dunia. menanggapi uang kertas yang semakin hegemonis..apa terbesit dalam hati pemerintah dan para cendekiawan untuk mengganti uang kertas dengan dirham? cz.. menurut saya, sumber permaslahannya hampir di seluruh negara menjadikan uang kertas dolar sebagai patokan. padahal nilai uang dolar(kertas)setelah beberapa puluh tahun kemudian bahkan dari tahun ketahun akan mengalami kenaikan,dan hal tersebut akan menyebabkan krisis yang berkepanjangan (tiada henti). sedangkan, dirham nilainya akan tetap stabil. contoh sekarang 1 dirhamnya 11.000 dan nilai tersebut beberapa tahun kemudian bahkan berpuluh-puluh tahun kemudian akan tetap. hal tersebut akan membuat perekonomian menjadi kondusip

  10. Ishaq Bahruni Says:

    Ekonomi Syariah adalah solusi yang terbaik, sistem ekonomi kapitalis telah membawa dampak yang buruk bagi perekonomian dunia. Dengan adanya krisis financial global ini semua elemen masyarakat mendapatkan imbasnya. Saya selalu optimis Ekonomi Syariah akan berkembang terus khususnya di Indonesia ini. Artikel bapak menambah wawasan saya. Thanks for your article.

  11. Islam memang solusi yang terbaik.

  12. niken febria PS 7A Says:

    Assalamualaikum..
    dari artikel yang saya baca ini saya mendapat semangat baru bahwa memang sistem ekonomi islam adalah satu2nya SOLUSI PALING DAHSYAT yang harus diimplememtasikan dalam perekonomian di Indonesia khususnya,dan perekonomian dunia umumnya.. maka dari itu kita semua memang benar2 harus berijtihad untuk merealisasikan hal ini..karena dengan mendahulukan pemerataan distribusilah suatu kesejahteraan akan tercapai..BERJAYALAH EKONOMI SYARIAH!!!!AMIN!!
    pak saya ingin sadikit bertanya, seperti yang telah kita ketahui bahwa kejayan Amerika diramalkan akan runtuh, dan kemudian ada beberapa ahli ekonomi yang meramalkan bahwa negara pemegang ekonomi dunia selanjutnya adalah cina, apakah itu berdampak baik atau buruk bagi perekonomian indonesia kelak?

  13. assalamualaikum wr.wb pak, saya mau tanya apakah imbas yang diterima oleh perbankan syariah, baik di indonesia maupun di dunia, sekarang setelah adanya krisis finansial yang terjadi di dunia? klo bisa tolong dijelaskan

  14. Yth. Dila, Assalamu’alaikum
    Krisis keuangan global ini, bagaikan tsunami maka sedkit banyaknya akan berimbas juga kepada keuangan dan perbankan Islam baik di Indonesia maupun di dunia. Hal ini disebabkan karena gerakan dan perjalanan ekonomi Islam yang masih kecil, tidak bisa mengelak dari percikan kecil krisis tersebut. Namun secara konsep sistem keuangan Islam lebih tahan menghadapi krisis, karena bank islam sangat concern kepada sektor riil, dan mengharamkan spekulasi valas dan permainan short selling di pasar modal. Supaya percikan (tampias) hujan tidk kenak kepada bank syariah, maka bank Islam harus didukung agar porsinya dan rumahnya lebih besar. Jika bank Islam makin besar dan kuat, maka pengaruh kriris global makin tak terasa. Bank Islam yang berkembang di negeri seperti Indoensia, di mana sistem moneternya masih ribawi, maka imbasnya masih tarasa, terutama pada BI rate, dan jatuhnya rupiah. Kejatuhan rupiah yang dalam tentu akan menggangu eksport. Jika bank Islam banyak membiayai eksport, sudah berang tentu kuantitas ekspor berkurang. Ingat, kita hidup di tengah sistem riba, mata uang kertas tanpa back up, rezim devisa bebas, dsb. Kita terus berjuang melalui tulian dan Perguruan TInggi untuk meyakinkan dunia tentang perlunya keadilan, perlunya penggunaan akal sehat, sehingga ekonomi yang menciptakan keadilan perlu didukung sedangkan ekonomi yang merusak harus ditinggalkan.

  15. Assalamuálaikum, Ustadz, terima kasih, jazakillah
    mohon ijin untuk dijadikan rujukan pada tugas makalah saya di Kampus.

    Wassalaam

  16. Ya silakan. demi semakin tersiarnya syiar dan dakwah di bidang ekonomi.

  17. Assalamualaikum, wr. wb

    Bapak Agus yth. Kami sangat berterimakasih sekali atas tulisan bapak yang sangat-sangat membantu terselesaikannya tugas makalah di kampus dengan tema Krisis Keuangan Global : Penyebab dan Solusinya menurut Sistem Ekonomi Islam.

    Kami, yang awalnya sangat awam dengan sistem ekonomi islam, semakin mengetahui bahwa Sistem Ekonomi Islam adalah solusi utama dan SATU-SATUNYA SOLUSI PALING DAHSYAT SAAT INI untuk mengatasi krisis keuangan global ini. Semoga kita mulai terbuka hati untuk mengimplementasikannya dan menduplikasikannya dalam sistem ekonomi ini.

    Artikel bapak sangat membuka wawasan kami semua. Semoga ini menjadi ladang amal ibadah buat kita semua.

    Wah, udah ada bukunya. Selamat berkarya.

    Wassalam.

  18. Mohon ijin copy Pak…

  19. Semoga Bapak bisa hadir kembali di Palembang, memberikan motivasi buat kami…

  20. Ya, beberapa bulan lalu saya juga ke Palembang, namun waktunya sangat ketat dan acara padat, maka gak sempat mengkontak antum. Kita ada kerjasama kegiatan di tahun 2009 tentang training dosen, da’i dan guru SMU.Harap tanyakan kepada pengurus/Presedium Fossei Asybah dari UIN

  21. Yth. TUR Wahyudin, oke trm kasih

  22. ya pak, insya allah…rencananya desember teman2 FoSSEI juga mau silaturahim

  23. Assalamualaikum,,,Saya mempunyai beberapa pertanyaan neyh pa…….
    1.berkenaan dengan kondisi ekonomi Indonesia saat ini, bagaimana perkiraan bapak terhadap kondisi 3 atau 4 bulan mendatang? kalau ternyata kita tidak mampu bertahan atau memperbaiki kondisi ekonomi indonesia apakah akan lebih parah bila dibandingkan dengan krisis tahun 98?
    2. berbicara mengenai konstruksi ekonomi syariah yang menjadi solusi krisis, sudah sejauh mana IAEIatau ekonom islam membantu untuk perbaikan2 kondisi ekonomi Indonesia, karena pastinya kita tidak boleh lengah dan terlambat, bila kita menyuguhkan ekonomi syariah adalh solusi, mungkin bisa lebih dijelaskan, apa dari segi kebijakan yang harus kita ubah sesuai syariah atau apa?karena kekhawatiran bahwa negara2 maju dapat mudah keluar dari krisis sedangkan negara berkembang seperti kita lebih sulit dan makain sengsara?
    3. satu hal lagi pak, bagaimana pendapat bapak mengenai ekonomi pancasila yang dulu dipralarsai oleh bung hatta, prof.Edi swosono dalam buku ttg mencegah global dan seminarnya mengatakan bahwa”ekonomi pancasila seiring dan selaras dengan ekonomi Indonesia” dalam artian sebenarnya ekonomi pancasila itu sudah sangat islami, dapat ditinjau pula contohnya dalam pasal 33 UU 1945.kalau saya pribadi pa, setuju kita sulit untuk mengubah ekonomi menjadi ekonomi syariah sepenuhnya,,,yang saat ini dapat kita lakukan dengan memasukkan nilai2 ekonomi syariah kedalam kerangka ekonomi indonesia.

  24. Ass Wr Wb
    Izin copy ya pak, semakin lama jadi semakin tertarik dengan ekonomi syariah

  25. Yth.Adhi Sukma.
    Ya boleh. Saya harap pelajari terus ekonomi Islam, dan baca berbagai hasil penelitian ilmiah tentang ekonomi Islam.

  26. Tulisan Bpk sangat bagus semoga dapat nyemarakkan ekonomi islam di dunia, khususnya di Indonesia..
    selanjutnya saya mohon ijin jika berkenan tulisan bapak saya jadikan rujukan tuk siaran di radio jeddah seksi bahasa Indonesia acara “keuangan dan ekonomi islam”..
    jika ada artikel terkait dengan acara tersebut boleh juga dikirim ke saya sebagai bahan dan penambah wawasan tentang ekonomi islam

    tks
    Abdullah

  27. Yth. Sayid (Mr) Abdullah,
    Syukran jazila, Saya sangat senang jika tulisan hamba yang faqir dan dhaif dijadikan rujukan untuk siara radio di Jeddah, demi syiar keadilan dan kebenaran, sehingga gaungnya mengglobal.
    Insya Allah saya akan kirim artikel terkait acara tersebut.
    Wassalam.

  28. Yth. Isma, pertanyaannnya sangat banyak. bagus.
    Tapi saat ini belum sempat menjawab, saya hanya cek sebentar blog. ini. Insya Allah di kelas Syariah UIN akan saya jawab secara mendalam

  29. muhammad yunus Says:

    assalamualaikum,,,,
    pak saya adalah mahasiswa salah satu perguruan tinggi kesehatan di Nusa Tenggara Barat. tepatnya milik yayasan rumah sakit islam.. artikel bapak merupakan angin segar bagi kami yang awam tentang ekonomi islam. seandainya orang-orang seperti bapak duduk sebagai pengambil kebijakan ekonomi di negeri ini insya allah 200 juta lebih rakyat akan tertolong.. selamat atas ekonomi islam…saya rencana akan mendirikan BMT di kampung dengan teman-teman dan sudah mengambil banyak artikel bapak mohon keridoannya….

  30. Tulisannya sudah menjelaskan mengenai krisis ekonomi saat ini; Yang ingin saya tanyakan bagaimana sistim ekonomi syariah lebih baik dan merupakan alternatif penyelesaian dari krisis yang ada. Upaya yang bagaimana yang syariah ?

Leave a Reply